Jaga Tradisi, SFC Kunjungi Panti Asuhan

Thursday, April 2, 2015

Sriwijayafc.info - Sriwijaya FC (SFC) direncanakan menjamu Pelita Bandung Raya (PBR) dalam laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2015, Sabtu (04/04). Pertandingan antara kedua tim akan digelar pada pukul 21:00 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya.

Berbagai persiapan telah dipersiapkan oleh manajemen SFC untuk menyambut laga perdana SFC tersebut. Mulai dari pengajuan izin keamanan, promosi, mencetak tiket, hingga rencana kunjungan ke panti asuhan yang selalu menjadi tradisi tim SFC setiap tahun.

Direktur Marketing dan Promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi menuturkan bahwa kunjungan ke panti asuhan akan digelar pada pagi hari, Sabtu (04/04). Nirmala menambahkan bahwa kunjungan tersebut akan dipimpin langsung oleh Presiden SFC, Dodi Reza. "Kita bertandingkan malam hari. Paginya mau ke panti asuhan," ungkap Nirmala Dewi dilansir Seputar Indonesia (01/04).

Namun, rencana kunjungan ke panti asuhan bisa saja batal jika kick off ISL 2015 diundur. Pasalnya polekmik yang mendera ISL 2015 kembali berlanjut setelah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak merekomendasikan dua klub ISL, yakni Arema dan Persebaya untuk mengikuti ISL 2015.

Seperti yang diketahui, SFC kerap melakukan kunjungan ke panti asuhan. Hal ini dilakukan untuk meminta doa kepada anak-anak panti asuhan demi kelancaran SFC mengikuti kompetisi. Selain itu kunjungan dilaksanakan untuk mendekatkan diri tim SFC kepada masyarakat. (Moeslim/SINDO/edit)

Pria Dibalik Maskot "Cek Emas"

Saturday, March 21, 2015

Sriwijayafc.info - Maskot klub Sriwijaya FC (SFC) yang sempat tertunda debutnya akhirnya berhasil melakukan debut perdananya bersama SFC. Maskot berbentuk burung tersebut melakukan debutnya saat SFC melakoni laga melawan PSPS Pekanbaru dalam kompetisi Pra Musim Piala Gubernur Sumsel 2015, Selasa (17/03). Saat SFC berlaga, SFC menjadi salah satu penarik perhatian penonton SFC melalui tingkahnya yang lucu.

Munculnya maskot "Cek Emas" membuat banyak pendukung SFC yang berburu foto bersama Cek Emas. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui siapa orang dibalik kostum Cek Emas. Salah satu orang yang dibalik kostum maskot Cek Emas adalah Dhani. Dhani adalah seorang penjual koran di wilayah Lemabang, Kota Palembang sekaligus pemeran badut panggilan pada sanggar milik Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid. "Sabtu atau Minggu saya juga sering diminta sangar kenalan saya menghibur acara ulang tahun," ungkap Dhani dilansir IndoSport (21/03).

Pria berusia 23 tersebut menyebutkan bahwa setiap pagi pada hari Senin hingga Jumat ia biasa berjualan koran. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu ia berganti peran sebagai badut panggilan. Terkait dengan peran barunya, Dhani mengaku  ia sangat menikmati peran barunya  sebagai Cek Emas. Selain bisa dekat bersama pemain bintang SFC, bayaran yang ia terima ketika memerankan Cek Emas dianggap lumayan untuk membantu ekonomi keluarganya. (Beritapagi/IndoSport/edit)

Curhat Asri Akbar Tentang Rotasi Pemain

Friday, March 20, 2015

Sriwijayafc.info - Rotasi yang dilakukan oleh jajaran pelatih Sriwijaya FC (SFC) ternyata mendapatkan respon. Salah satunya adalah dari Asri Akbar. Pemain tengah yang berasal dari Makassar tersebut ternyata menyimpan trauma dengan rotasi. Pasalnya Asri Akbar selalu ingin bermain bersama SFC dan meraih kemenangan bersama SFC.

Asri Akbar menuturkan walaupun ia ingin selalu bermain bersama SFC, ia tetap menghormati segala keputusan pelatih SFC. Menurut pemain berusia 31 tahun tersebut, traumanya terhadap rotasi merupakan luapan rasa cintanya kepada tim. "Sebenarnya sih mau diturunkan atau tidak keputusan ada di pelatih. Hanya luapan rasa cinta kepada tim saja," ungkap pemain bernomor punggung enam tersebut dilansir Seputar Indonesia (19/03).

Rotasi yang dilakukan oleh tim pelatih SFC sebenanrya tidak hanya terjadi pada Asri Akbar saja, tetapi juga kepada pemain lain seperti Ferdinand Sinaga, Abdullaye Yossouf Maiga, dan Morimakan Koita. Hal tersebut kerap dilakukan oleh tim pelatih SFC untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Asri Akbar sendiri kerap dirotasi dengan Ichsan Kurniawan, pemain muda asal SFC yang sempat memperkuat Tim Nasional Indonesia U-19. (Moeslim/SINDO/edit)

Akademi Sepakbola SFC Buka Pendaftaran

Sunday, January 25, 2015

InfoSriwijayaFC - Akademi Sepakbola Sriwijaya FC (ASSFC) kembali membuka pendaftaran bagi siswa didik baru. Hal tersebut dituliskan oleh Sekretaris Umum PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid melalui akun pribadinya.

Terdapat tiga kelompok usia yang akan dilatih dan dipersiapkan untuk menjadi penerus pemain Sriwijaya FC (SFC), yakni usia 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 15-17 tahun. Latihan ASSFC sendiri akan dilaksanakan pada Selasa (27/01) di Lapangan Yayasan IBA, Palembang. Setiap pekan dijadwalkan siswa ASSFC melaksanakan dua kali latihan, yakni pada hari Selasa dan Kamis pukul 14:00-17:30 WIB. 

Untuk diketahui, ASSFC adalah akademi sepakbola yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri, selaku pengurus klub SFC. Diharapkan dengan adanya pelatihan sepakbola sejak dini dapat menjaring bakat pemain daerah yang dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi sepakbola, baik lokal maupun nasional.

Informasi pendaftaran:
Ibu Endang (085273274336)
Ibu Oktanita (081367673342)
Bapak Ujang (081373128330)
Bapak Patra (081369119993)

DAP : Tidak Mungkin Geser FR12

Tuesday, January 13, 2015

InfoSriwijayaFC - Nama Dian Agus Prasetyo bukanlah nama asing dalam kancah sepakbola nasional. Penjaga gawang asal Ponorogo yang baru direkrut oleh Sriwijaya FC (SFC) ini disiapkan untuk menjadi penjaga gawang utama SFC dalam menghadapi kompetisi musim 2015. Penampilannya yang meyakinkan di bawah mistar gawang SFC cukup membuat tenang pendukung SFC yang menonton pertandingan SFC.

Dian Agus digadang menjadi salah satu tulang punggung tim SFC musim depan. Teknik dan pengalamannya akan sangat berguna dalam mengawal gawang SFC yang hingga kini masih identik dengan Ferry Rotinsulu.

Seperti yang diketahui, Ferry Rotinsulu adalah pemain yang paling lama memperkuat SFC. Ferry sudah dianggap sebagai legenda hidup bagi sebagian besar pendukung SFC karena kontribusinya bagi SFC. Kini Ferry Rotinsulu menyatakan diri beristirahat dari dunia sepakbola tanah air dengan alasan keluarga.

Menanggapi bayang-bayang Ferry Rotinsulu yang identik sebagai penjaga gawang SFC, Dian Agus memilih merendah. Pemain berusia 30 tahun tersebut merasa tidak yakin ia dapat menggeser Ferry Rotinsulu sebagai icon SFC. Dian Agus menyebutkan bahwa ia merupakan pemain baru, sedangkan Ferry Rotinsulu pernah lama bersama SFC. "Fery sudah lama dan banyak membawa gelar. Kalau untuk menggeser rasanya tidak mungkin," sebut Dian Agus dilansir laman Sumatera Ekspres (13/01). (SUMEKS)

Candaan Bendol di GBK

InfoSriwijayaFC - Dilihat dari raut wajahnya, Pelatih Sriwijaya FC (SFC) terlihat sebagai sosok yang sulit untuk diajak bercanda. Namun, saat SFC mengikuti Trofeo Persija di Stadion Gelora Bung Karno, Benny Dollo menunjukkan sisi lain dirinya. Ternyata pelatih kelahiran Manado tersebut mampu membuat orang lain tertawa lewat candanya.

Berawal dari keluar terowongan pemain, Benny Dollo langsung menuju ke bench pemain yang terletak di sebelah kiri terowongan. Bench yang dimaksud adalah bench pemain Persija yang ketika itu menjadi lawan SFC.

Sekretaris Tim SFC, Ahmad Haris yang melihat Benny Dollo menuju bench Persija lang berteriak untuk memberitahu Benny Dollo bahwa Benny Dollo salah bench. "Salah itu salah, di sana bench-nya pemain Persija, bukannya Sriwijaya. Kita di sebelah sini coach," teriak Ahmad Haris dilansir laman Sumatera Ekspres.

Benny Dollo yang mendengar teriakan Ahmad Haris langsung berpaling dan berputar menuju arah bench SFC yang berada di arah berlawanan. Ternyata Benny Dollo hanya bercanda. Menanggapi teriakan untuknya, Benny Dollo hanya menggaruk kepalanya. "Saya sudah tidak lagi di sana (Persija, red) ya ternyata," kata Benny Dollo. (SUMEKS)

Waspada Penyakit Esepcesitis!!

Wednesday, April 30, 2014

InfoSriwijaya FC - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan Sriwijaya FC (SFC), ditemukan penyakit aneh yang menghinggapi warga Sumatera Selatan dan beberapa wilayah Indonesia. Penyakit tersebut diberi nama Esepcesitis oleh penemunya, seorang warga yang bernama Aan Ariadin. Berikut beberapa informasi mengenai penyakit langka Esepcesitis:


Penjelasan umum:
Esepcesitis merupakan penyakit menular yang disebabkan pada hari saat SFC menjalani pertandingan. Penyakit ini hanya menyerang manusia dan tidak terdapat pada unggas, serangga mau pun jenis hewan lainnya. 

Gejala penyakit:
Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah rasa mulas pada bagian perut, nyeri kepala, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum yang terjadi sepanjang hari. Detak jantung menjadi lebih cepat dan menjadi makin cepat saat pertandingan di mulai. Mulut dan suara pun mulai tidak terkendali. Doa-doa mulai dilantunkan berbarengan dengan kalimat kalimat "sakti" seperti "Lolo!!! Ngapo cak itu!! Cubolah dio tu tadi nendangnyo ke kiri dikit!!" atau "Ayooo, Kamu bisa!!!" dan kalimat-kalimat lain yang tidak terkendali.

Kadangkala sulit untuk membedakan antara Esepcesitis dan sakit jiwa. Pada beberapa kasus bagi penderita baru, sering ditandai dengan tindakan anarkis seperti melempar barang-barang terdekat.

Pengobatan penyakit:
Orang yang menderita Esepcesitis disarankan untuk beristirahat, meminum banyak air putih, berdoa dan diusahakan tidak terpancing emosi karena provokasi pihak lawan SFC. Penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya dan berganti dengan rasa bahagia dan gembira yang luar biasa bila SFC menang dan akan berganti kesedihan bila SFC ternyata kalah.

Pengendalian penyakit:
Penyakit ini datang secara berkala sehingga untuk yang sering mengalami gejala penyakit ini pasti punya cara sendiri-sendiri untuk mengatasinya.

(Source: Aan Ariadin)

Fauzi Toldo Dikerjai Petugas TPS

Thursday, April 10, 2014

InfoSriwijayaFC - Momen Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi perhatian serius dari skuad Sriwijaya FC (SFC). Meskipun banyak sosialiasi cara mencoblos yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun beberapa pemain SFC sedikit mengalami hambatan saat menyalurkan hak pilihnya kemarin.

Seperti kisah striker muda, Rizky Dwi Ramadhana yang mengaku kebingungan saat membuka lembar untuk memilih para calon legislatif (caleg)."Banyak gambarnya, saya terpaksa buka contekan memastikan caleg yang memang sudah disuruh keluarga sebelumnya di rumah," ujar pemain terbaik ISL U-21 ini.

Menurut dia, memang sengaja menyisihkan waktu memberikan hak suaranya pada pesta demokrasi 5 tahunan ini."Sebagai warna negara yang baik, tentu turut serta memberikan sumbangsih pemilu kali ini," kata Rizky yang menyalurkan hak pilihnya melalui TPS 64 di daerah Perumnas Sako.

Pencoblosan juga dilakukan kiper SFC, Fauzi Toldo yang berdomisili di Banyuasin. Bersama istrinya dan ditemani dua anaknya, eks pemain Persisam ini mendampingi TPS 01 di Kelurahan Tanah Mas Banyuasin pukul 09.00WIB dan harus menunggu antrian sekitar 30 menit sebelum dipanggil Ketua KPPS setempat mencoblos.

"Saya pilih caleg yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan khususnya membangun olahraga di Sumsel serta Banyuasin. Tapi memang cukup banyak lembaran kertasnya, sebelumnya saya melihat panduan di dinding TPS lebih dulu agar suara saya sah nantinya," jelas Fauzi.

Kejadian unik sempat terjadi usai Fauzi melakukan pencoblosan dan memasukkan kertas suara ke kotak yang disiapkan. Alumnus PON 2004 Sumsel langsung mencelupkan jari kelingking tangan kirinya ke tempat tinta yang sudah disiapkan. Namun kemudian, ketua KPPS menegur Fauzi dan menyuruhnya mengulang mencelupkan jari kelingkinya yang di sebelah kanan.

Namun usai Fauzi mencelupkan jari kelingkin tangan kanannya, ketua KPPS akhirnya berseloroh mengatakan itu hanya untuk mengerjai dan disambut gelak tawa warga yang lainnya. "Kapan lagi kami ngerjai Fauzi Toldo, selama ini kami hanya melihat di televisi. Jangan marah yo, bawa SFC juara dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel," ujar warga yang hadir. (Sriwijaya Post)

Dua Pemain SFC Berbahagia Dapatkan Anak

Monday, March 10, 2014

InfoSriwijayaFC - Lancine Kone mempersembahkan gol yang ia cetak saat melawan Persija untuk bayinya yang baru saja lahir. Bayi yang lahir dengan berjenis kelamin laki-laki tersebut dilahirkan oleh istrinya di Maroko.

Lancine Kone mengaku belum memberi nama bayi laki-laki tersebut. Kone menambahkan sebenarnya ia ingin sekali menemani istrinya melahirkan. Namun apa daya demi proseonalisme bersama SFC ia terpaksa hanya bisa mendengar kabar bahagia tersebut tanpa bisa menemani istrinya berjuang melahirkan anaknya.

Seperti yang diketahui, Kone mencetak gol satu-satunya SFC saat SFC menahan bertanding melawan Persija, kemarin (09/03). Gol yang ia cetak pada menit 80' dengan memanfaatkan umpan Siswanto tersebut sebenarnya bisa saja menjadi gol kemenangan bagi SFC. Namun harapan tersebut pupus setelah Rahmad Affandi berhasil menyamakan kedudukan dimenit akhir pertandingan. Hingga akhir pertandingan skor 1-1 untuk kedua tim tetap bertahan.

Selain Lancine Kone, pemain SFC lainnya Asri Akbar juga dalam keadaan berbahagia setelah istrinya melahirkan anak berjenis kelamin perempuan disaat Asri sedang bertanding bersama SFC. Bagi Asri Akbar anaknya yang baru saja lahir tersebut merupakan anaknya yang ketiga. Sebelumnya Asri Akbar juga sudah memiliki dua orang anak yang juga berjenis kelamin perempuan. Selamat untuk Kone dan Asri! (TribunSumsel/Sripo/edit)

Ongfiang Akan Belajar Nyetir Mobil

Sunday, January 26, 2014

InfoSriwijayaFC - Pemain anyar Sriwijaya FC (SFC), Frank Oliver Ongfiang pinjaman mobil dari manajemen SFC. Mobil avanza berwarna abu-abu tersebut merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh manajemen SFC kepada pemain asing di SFC. Tujuan diberikannya pinjaman mobil bagi pemain asing adalah untuk akomodasi pemain asing SFC.

Usai serah terima mobil dari Manajer SFC, Robert Heri, Ongfiang langsung mencoba mobil barunya tersebut. Namun niatnya untuk berkeliling Kota Palembang harus ditunda karena ia tidak terbiasa menggunakan mobil dengan transmisi manual.

Dilansir laman Palembang Pos, Ongfiang mengaku jika di Eropa dan Afrika ia selalu menggunakan mobil dengan transmisi otomatis atau matic. Namun begitu Ongfiang akan meluangkan waktunya untuk belajar menggunakan mobil barunya tersebut. "Saya selalu menggunakan mobil dengan transmisi otomotis (matic),” jelas Ongfiang sambil mengamat-amati mobil barunya.

Manajer SFC, Robert Heri menuturkan walaupun Ongfiang belum melakukan tanda tangan kontrak, mobil pinjaman sudah diberikan untuk memotivasi Ongfiang agar bermain baik bersama SFC. Selain itu  Ongfiang dan pemain asing lainnya, yakni Diogo Rangel Santos, Abdullaye Yosouf Maiga, dan Lancine Kone juga mendapatkan fasilitas rumah di Swarna Dwipa Resident sebagai bagian dari fasilitas yang tercantum dalam kontrak.

Rahasia Rambut Kuning Jeki

Thursday, January 23, 2014

InfoSriwijayaFC - Pemandang menarik terlihat dari penampilan pemain muda Sriwijaya FC (SFC), Jeki Arisandi saat tampil menghadapi Arema Cronous, Selasa (21/01). Pemain yang berposisi sebagai bek sayap tersebut terlihat menonjol penampilannya dibandingkan rekannya karena rambutnya yang berbeda. Saat melawan Arema, Jeki terlihat tampil dengan rambut plontos dan diwarnai kuning mengkilap.

Dilansir laman Tribun Sumsel, Jeki menyebutkan jika sejak memperkuat SFC U-21 ia kerap gonta ganti model rambut. Alasannya adalah untuk menambah semangat dan ingin tampil beda dibandingakn dengan rekannya. "Cuma pengen beda saja dengan yang lain dan ini sudah hobi dari dulu," ungkap pemain jebolan Sekolah Olahraga Sriwijaya ini.

Saat melawan Arema dalam laga terakhir grup A Inter Island Cup 2014 Jeki diturunkan secara penuh oleh Pelatih SFC, Subangkit selama 90 menit. Permainannya pun tidak terlalu mengecewakan dan membuat kesulitan pemain depan Arema untuk menembus pertahanan SFC.

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Satu Pertandingan

Monday, January 20, 2014

Pemain asing sekaligus kapten tim Sriwijaya FC (SFC), Lancine Kone membuat kejutan saat laga melawan Perseru Serui, Minggu (19/01). Kone mencetak 5 gol sekaligus dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 8-0 tersebut. Penampilan gemilang Kone membunculkan kembali asa pendukung SFC yang sempat redup karena SFC kalah lawan Barito Putera dalam laga perdana 8 besar Inter Island Cup 2014.

Aksi Kone saat menghadapi Perseru Serui memunculkan kebanggaan pada pendukung SFC. Lima gol yang dicetak Kone dianggap prestasi yang luar biasa karena jarang pemain dapat mencetak gol sebanyak itu dalam satu pertandingan. Tercatat pemain sekelas Lionel Messi pun paling banyak mencetak 5 gol dalam satu pertandingan.

Dilansir laman Okezone.Com, Pontikos merupakan pemain yang paling banyak mencetak gol dalam satu pertandingan, yakni 16 gol. Nama lain yang sanggup mencetak lebih dari 5 gol dalam satu pertandingan adalah sebagai berikut; 

1. Panagiotis Pontikos
Striker yang memperkuat klub Cyprus, yang berlaga di Divisi III, Olympos Xylofagou, ini mencetak 16 gol saat menghadapi Ayios Athanasios. 16 gol itu membuat laga yang digelar Mei 2007 itu dimenangkan Olympos dengan skor gila, 24-3. Uniknya gol pertama Panagiotis dicetak saat pertandingan baru berjalan tiga menit, dan gol terakhirnya tercipta saat pertandingan tinggal menyisakan tiga menit lagi waktu normal.

2. Stephan Staniso
Jumlah gol yang dicetak Pangiotis, sama banyak dengan Staniso. Pemain Racing Club di Prancis ini melesakan 16 gol saat timnya menghadapi Aubury Asturies, di Piala Prancis pada Desember 1942. 

3. Archie Thompson
Archi mencetak 13 gol untuk Australia saat bertanding melawan tim lemah Samoa pada 2001. Di laga kualifikasi Piala Dunia 2002 yang digelar di Coffs Harbour, Australia itu, Australia menang 31-0, gol terbanyak yang terjadi dalam satu pertandingan sepanjang sejarah pertandingan internasional. 

4. Joe Payne
Pemain Luton Town Joe Payne mencetak 10 gol ke gawang Bristol Rovers pada 1936. Peristiwa yang sudah puluhan tahun berlalu itu, masih tertera jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan di Liga Inggris. Dalam laga itu Luton menang 12-0. 

5. Ted MacDougall
Pemain Boumemouth yang dijuluki SuperTed ini melesakkan sembilan gol ke gawang Margate di babak pertama FA Cup pada 1971. Boumemouth menang 11-0. Ted memang punya nama besar. Sepanjang kariernya 1967-80, dia pernah bermain untuk Liverpool, Manchester United dan West Ham, mencetak 256 gol. Torehan itu menempatkannya bersama Nat Lofthouse, Ian Rush dan Brian Clough dalam daftar England’s all-time list. 

6. Ted Drake
Drake yang bergabung dengan Arsenal pada 1934, mencetak tujuh gol saat melawan Aston Villa pada 1935. Drake sendiri yakin sebenarnya golnya berjumlah delapan, tapi gol terakhirnya yang mengenai mistar gawang dan memantul di dalam garis gawang diabaikan oleh wasit. 

7 . Frankie Bunn
Franki Bunn membela Oldham City saat timnya menang 7-0 atas Luton Town di babak ketiga Piala Liga pada Oktober 1989. Namanya menjadi lebih populer karena dalam pertandingan itu dia melesakkan enam gol. Sampai sekarang di turnamen itu Bunn masih bertahan dengan rekornya.

8. Andy Cole
Cole sempat diragukan pendukung Manchester United saat pertama datang. Tapi mantan pemain Newcastle ini perlahan membuktikan diri layak menyandang jersey Red Devils. Tapi salah satu momen paling mengesankan ialah ketika dia menjadi pemain pertama di Premier League yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Prestasi itu ia goreskan saat Red Devils menang 9-0 atas Luton Town pada 1995.

9. Alan Shearer
Alan Shearer ialah salah satu legenda Inggris, karena pernah menjadi pemain tersubur di Premier League. Ya, tak ada yang meragukannya. Tapi orang juga perlu tahu bahwa ia pernah menyarangkan lima gol dalam satu laga ketika Newcastle United menghajar Sheffield Wednesday 8-0 pada 1999 di Premier League. Fatal bagi Sheffield kekalahan itu membuat mereka terdegradasi. 

10. Jermain Defoe
Tottenham mempermalukan Wigan Athletic dengan skor 9-1. Jermain Defoe menjadi salah satu aktor antagonis bagi Wigan, karena mencetak lima gol. Gilanya, semua gol itu dia cetak di babak kedua 

11. Dimitar Berbatov
Dimitar Berbatov menambah panjang daftar pemain yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Gol-golnya itu menentukan kemenangan Manchester United atas Blackburn Rovers, pada laga yang digelar Sabtu 27 November 2010. 

12. Lionel Messi
Lionel Messi membuat Bayer Leverkusen tak berdaya di babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Striker Argentina ini membobol lima kali gawang Leverkusen, dalam kemenangan Barcelona 7-1 atas wakil Jerman itu. Jumlah gol itu merupakan rekor baru di Liga Champions.

Politik dan Sepakbola

Sunday, September 1, 2013

InfoSriwijayaFC - Berbicara sepakbola dan politik memang tidak ada habisnya. Sepakbola dan politik merupakan dua hal yang berbeda namun sulit untuk dilepaskan. Sepakbola merupakan suatu permainan paling populer di bumi. Tidak mengenal suku bangsa, warna kulit, agama, kaya miskin, tingkat pendidikan maupun jabatan, sepakbola telah mewabah ke penjuru dunia.

Politik sendiri jika diartikan dalam bahasa awam merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dipastikan jika semua orang di dunia ini melakukan politik dalam kehidupannya. Contoh jika manusia melakukan politik diantaranya adalah ketika manusia ingin mencari simpati dari lawan jenisnya. Banyak hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dan cara itulah yang disebut politik.

Di Indonesia politik selalu diidentikan dan memang identik dengan partai politik, pilkada, ataupun cara kotor. Padahal tidak sepenuhnya benar persepsi yang terbentuk dalam masyarakat. Kembali kepada sepakbola dan politik, jika politik adalah suatu cara, maka sepakbola adalah salah satu caranya. Sepakbola yang banyak disukai oleh banyak orang tentu menjadi hal yang seksi untuk dapat mencari massa untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dalam hal ini adalah kekuasaan.

Di belahan dunia banyak contoh yang bisa lihat bagaimana politik dan sepakbola terkait. Pada Piala Dunia tahun 1934 dan 1938 bagaimana Benito Mussolini menjadikan sepakbola sebagai tunggangan politiknya. Hasilnya adalah Italia merengkuh Piala Dunia 1938 setelah menaklukkan Hunggaria. Kisah menariknya adalah ketika pada istirahat babak pertama Mussolini mengirimkan pesan yang berisi "Menang atau Mati" untuk pemain Italia. Hal tersebut membuat pemain Italia bermain kesetanan pada babak kedua dan berhasil menang 4-2.

Demikian juga dengan Silvio Berlusconi yang menggunakan klub miliknya AC Milan untuk mengkampanyekan dirinya sebagai Perdana Menteri. Hasilnya pada dekade 1980an AC Mila begitu digdaya di daratan Eropa dengan pemain bintangnya macam Marco Van Basten, Frank Rijkaard, Ruud Gulit.

Pada tahun 1938 Jenderal Franco di Spanyol yang beberapa kali mengintervensi pertandingan Real Madrid vs Barcelona untuk kepentingan politiknya. Bahkan akibatnya sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Jenderal Franco sendiri memiliki hubungan emosional yang erat dengan Madrid. Franco merupakan pendukung fanatik Real Madrid.

Socrates, salah satu legenda Tim Nasional Brasil pada era 1980an sebelum meninggal dunia pada tahun 2011 pernah mengungkapkan jika politik adalah alat untuk menyampaikan pesan. Dalam hal ini Socrates menggunakan politik sebagai penyampai pesan demokrasi dan kemanusiaan. Hal tersebut tidak terlepas begitu banyaknya manusia yang menyukai sepakbola.

Sepakbola dapat menyampaikan pesan politik untuk mempengaruhi orang banyaknya, seperti halnya sepakbola untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dari Palestina yang pernah dilakukan oleh Frederic Kanoute melalui selebrasi golnya ketika berkostum Sevilla.

Seperti halnya pisau yang tajam, politik dapat menjadi hal yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik pula. Namun bisa menjadi senjata pembunuh yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang banyak jika digunakan dengan cara yang salah.

Berharap Berkah Empat Laga di Bulan Ramadhan

Tuesday, July 9, 2013

InfoSriwijayaFC - Sriwijaya FC (SFC) akan menjalani empat laga krusial di bulan Ramadhan, yakni menghadapi Persela (11/07) dan Persepam (15/07) di Stadion Gelora Sriwijaya FC. Dua laga lainnya akan dimainkan di kandang PSPS (22/07) dan Persija (25/07).

Berbeda dengan SFC, pesaing terdekat SFC, yakni Persib, Arema dan Persipura hanya bermain dua kali pada bulan Ramadhan. Sebuah situasi yang akan cukup berat bagi SFC di tengah pemain yang mayoritas berpuasa. Faktor stamina dan bermain pada waktu yang tidak biasa, yakni pukul 21:00 WIB merupakan beberapa kendala yang akan dihadapi. Jika tidak disikapi dengan benar, keadaan ini dapat membuat perjalanan SFC untuk meraih minimal posisi kedua klasemen Indonesia Super League (ISL) menjadi berat.

Namun SFC bukan kali ini saja menghadapi pertandingan di bulan puasa, beberapa musim lalu saat dikomandoi oleh Rahmad Darmawan, SFC juga bermain di bulan Ramadhan dan pada akhir musim tetap berprestasi menyabet Juara Piala Indonesia. Demikian pula ketika dikomandoi Ivan Kolev, SFC juga tetap mempersiapkan diri menghadapi kompetisi saat puasa.

Salah satu keuntungan yang didapat SFC saat belaga di bulan Ramadhan adalah keakraban pemain akan semakin erat dan kental. Pada saat dipegang oleh Rahmad Darmawan, pemain SFC kerap berbuka bersama usai latihan, melaksanakan sholat tarawih bersama, dan tentu saja sahur bersama. Situasi ini membuat situasi kekeluargaan dalam tim makin hangat dan tidak membedakan antara pemain muslim dan non muslim. Hal tersebut sedikit banyak akan menular kepada permainan dan kekompakan tim di lapangan.

Berlaga dibulan puasa bukanlah kendala, semoga dengan berlaga dibulan puasa SFC malah mendapatkan berkah dan semangat tambahan. Asal disikapi dengan baik, terutama nutrisi dan stamina pemain haruslah menjadi perhatian serius karena membutuhkan tambahan ekstra, dan doa disaat puasa, laga dibulan puasa bukanlah masalah. Bravo SFC!

Sriwijaya United Adakan Seleksi Pemain

Saturday, March 2, 2013

Augie Bunyamin (Google.Com)
Saudara kandung Sriwijaya FC (SFC), yakni tim futsal Sriwijaya United yang berlaga di Liga Futsal Indonesia (LFI) membuka seleksi pemain untuk mengarungi Kompetisi LFI yang akan segera dimulai.

Dilansir Palembang Pos, (02/03), Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin menyebutkan  akan diambil 20 pemain untuk memperkuat tim Sriwijaya United. "Pendaftaran gratis di sekretariat SFC di Komplek Palembang Square Mall," ujar Augie.

Seleksi pemain Sriwijaya United sendiri akan digelar bersamaan dengan seleksi pemain SFC U-21 pada 7 Maret 2013 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Manajemen SFC berjanji akan memberikan tempat lebih kepada pemain lokal asal Sumatera Selatan untuk memperkuat tim Sriwijaya United dengan syarat mempunyai skill yang memadai karena Kompetisi LFI akan segera dimulai dalam dua bulan mendatang.

Untuk memperbesar peluang berprestasi, Augie juga menyebutkan jika ia telah meminta izin kepada Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin untuk memakai GOR Ranau sebagai kandang Sriwijaya United.

“Nanti di GOR Ranau akan kita pasangkan lapangan futsal berstandar internasional," ujar Augie dilansir Palembang Pos, (02/03)

Bandar Judi Atur 680 Pertandingan Bola

Wednesday, February 6, 2013

Dan Tan Seet (Stern Magazine)
Hasil investigasi mengejutkan didapatkan oleh Kepolisian Uni Eropa (Europol), Badan Anti Kriminal, dan Jaksa Nasional Eropa. Ditemukan 680 pertandingan, 300 diantaranya di Eropa yang diduga telah diatur oleh bandar judi yang disebutkan merupakan warga negara Singapura.

Dilansir Suara Merdeka, (06/02) bandar judi yang disebutkan bernama Dan Tan Seet (47) tersebut telah mengatur pertandingan di empat benua besar di dunia, yakni Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin. Beberapa kompetisi elite di dunia juga tidak lepas dari aksi bandar judi tersebut, sebut saja Liga Champions Eropa hingga Kualifikasi Piala Dunia menjadi sasaran bandar judi yang disebutkan berhasil meraup untung 10 juta euro. Dalam kurun waktu 2008-2011, Turki menjadi negara yang paling banyak pertandingannya diatur, yakni sebanyak 79 pertandingan, diikuti oleh Jerman sebanyak 70 pertandingan.

"Kami tahu otak kejahatan ini. Ada satu pria yang mampu mengatur pertandingan dilebih dari 50 negara. Ada 800 halaman dalam laporan jaksa penuntut umum di Cremona (Italia) dari Scomessopoli yang membuka tidak hanya nama dan tanggal lahir pria itu. Termasuk dimana pria itu berada," ujar Declan Hill, ahli investigasi skandal olahraga, dilansir Suara Merdeka, (06/02).

Skandal yang disebutkan diotaki oleh Dan Tan Seet tersebut diduga melibatkan 425 orang yang terdiri dari berbagai status, mulai dari pemain, wasit, pengurus klub, hingga pelaku kriminal.

Pihak keamanan Singapura sendiri menyebutkan akan membantu kepolisian Italia untuk mengungkap skandal tersebut, namun begitu untuk melakukan proses ektradisi Dan Tan Seet ke Eropa akan sedikit mengalami hambatan karena Singapura belum memiliki perjanjian ekstradisi dengan Italia, namun mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Jerman.

"Otoritas Singapura terus membantu kepolisian Italia melalui interpol dalam penyelidikan mereka atas sinidikat internasional pengaturan skor yang melibatkan warga negara Singapura, Dan Tan Seet," ujar juru bicara kepolisian Singapura, dilansir Suara Merdeka, (06/02).

Cerita Ali Khaddafi Tentang Lebaran dan Perbedaan

Saturday, October 27, 2012

Ali Khaddafi (Antarasumsel.Com)
Pemain asing Sriwijaya FC (SFC), Ali Khaddafi merupakan salah satu pemain sepakbola di Indonesia yang tidak pulang kampung untuk merayakan lebaran. Apalagi kampung halamannya jauh terletak di Togo.

Dilansir Antarasumsel.Com, (26/10), Ali Khaddafi menyebutkan jika kondisi lebaran di Indonesia hampir sama dengan kondisi lebaran di negaranya, Togo. Namun di Indonesia lebih ramai dari pada di Togo karena di Togo penduduk muslim hanya berkisar 50%.

Menurut pemain berusia 28 tahun ini, ketika lebaran Idul Fitri di Togo ia selalu memakan makanan khusus buatan ibunya ketika lebaran. Uniknya ibunya merupakan seorang pemeluk agama kristen, demikian pula dua saudara perempuannya. Sedangkan ia memeluk agama Islam, mengikuti keyakinan ayahnya.

"Saya empat bersaudara dan jadi anak ketiga, adik dan kakak perempuan mengikuti ibu beragama kristen. Sementara yang laki-laki menjadi muslim, mengikuti ayah," ujar Ali Khaddafi, dilansir Antarasumsel.Com, (26/10).

Namun begitu, uniknya keluarga yang berbeda keyakinan dalam beragama tersebut tetap hidup rukun dan saling mendukung. Hal yang menurut Ali Khaddafi banyak terjadi dan merupakan hal yang lumrah terjadi di negeri asalnya tersebut.

"Di Togo banyak keluarga hidup bersama dengan perbedaan agama, jadi bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan," ujar Ali Khaddafi, dilansir Antarasumsel.Com, (26/10).

Ali Khaddafi juga menyebutkan jika ia belajar mengenai agama dari sang ayah. Ia mengaku beruntung bisa terlahir sebagai muslim, karena menurutnya agama adalah hubungan sangat pribadi antara Tuhan dan ciptaan-NYA. Ia berharap bisa memperbaiki kualitas ibadahnya karena sering lalai menjalankan kewajiban sebagai muslim.

Ali Khaddafi sendiri merupakan pemain anyar SFC yang berasal dari Togo. Ia diproyeksikan untuk memperkuat lini tengah SFC dan menggantikan posisi Ponaryo Astaman yang dilepas oleh manajemen SFC. Pemain yang akan menggunakan nomor punggung 7 musim depan ini sebelumnya pernah memperkuat beberapa klub di Indonesia, diantaranya PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, dan Bontang FC.

Pemain Sriwijaya FC Urunan Beli Kambing

Thursday, October 25, 2012

Kas Hartadi (Facebook.Com)
Libur Idul Adha selama satu hari yang diberikan oleh pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi kepada anak asuhnya ternyata tidak membuat pemainnya memutuskan untuk pulang kampung untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga di kampung halaman. Untuk itu sebagian besar pemain SFC yang tidak pulang kampung memutuskan untuk urunan membeli seekor kambing dan akan dijadikan sate sebagai santapan dalam perayaan Idul Adha yang akan jatuh pada Jumat, (26/10), besok.

Dilansir Antarasumsel.Com, (25/10), pelatih SFC, Kas Hartadi menyebutkan jikapemain SFC sepakat untuk mengadakan acara bakar sate pada hari raya (Idul Adha, red) nanti. Padahal sebelumnya ia mengira pemainnya banyak yang pulang kampung.

"Para pemain memutuskan membeli seekor kambing untuk disantap sendiri karena sebagian besar telah berkurban di kampung halaman masing-masing," ujar Kas Hartadi, dilansir Antarasumsel.Com, (25/10).

Pelatih SFC, Kas Hartadi hanya memberikan libur Idul Adha selama satu hari kepada pemain SFC karena alasan persiapan untuk Celebes Cup yang akan segera digelar pekan depan di Bandung, pada 3 dan 4 November 2012.

Advetorial: Wasit, Pemimpin Yang Tertindas

Saturday, October 20, 2012

Ilustrasi (@FootballFandom1)
Ketika mendengar kata "Wasit", akan banyak hal yang terbayang dipikiran kita, salah satunya adalah seorang pengadil dipertandingan sepakbola yang di Indonesia kerap menjadi kambing hitam ketika pertandingan berakhir. Bahkan tak jarang menjadi sasaran amukan pemain, official tim, hingga supporter. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri juga kerap terjadi.

Jumat, (19/10), sebuah komunitas fans sepakbola yang menamakan diri Football Fandom menggelar diskusi di sebuah Cafe di Kota Yogyakarta. Tema yang dibahas adalah mengenai "Wasit" dan menghadirkan narasumber seorang mantan wasit nasional yang bernama Sumarwoko dan akrab disapa dengan sapaan Mbah Woko.

Awal diskusi, Mbah Woko bercerita panjang mengenai perjuangannya hingga kini bisa menjadi wasit C1 nasional PSSI. Ia menyebutkan jika menjadi wasit adalah cita-citanya sejak kecil, bahkan sejak tahun 1985, saat ia masih SMP ia telah mempunyai setifikat wasit C3 (tingkat kabupaten). Dua tahun berselang ia berhasil meraih sertifikat wasit C2 (tingkat provinsi). Hingga pada tahun 1997, ia berhasil meraih sertifikat wasit C1 (tingkat nasional) setelah dua kali "gagal" karena permainan kotor oknum pengurus wasit PSSI dan tidak lulus seleksi administrasi.

"Kalau tidak ada permainan kotor, saya yakin lolos ujian wasit C1 pada waktu itu," ujar Mbah Woko, (19/10).

Menurut pria asli Jogja ini, ada beberapa hal yang diperlukan seseorang jika hendak menjadi wasit. Yang pertama adalah Fisik. Seorang wasit harus mampu berlari minimal 2,6 kilometer tanpa henti. Yang kedua adalah Peraturan, yakni seorang wasit hendaklah paham terhadap peraturan pertandingan, sehingga tidak menimbulkan kesalahan yang bisa berakibat fatal, diantaranya amukan massa. Yang ketiga adalah, Psikologi ata mental. Tanpa psikologi yang bagus, seorang wasit akan "hancur" di lapangan dan fisik dan pemahaman peraturan yang bagus akan percuma tanpa ditunjang mental.

Ketika disinggung mengenai seringnya sasaran amukan pemain maupun supporter, Mbah Woko menyebutkan hal tersebut karena kurangnya pemahaman peraturan oleh pemain dan supporter. Dua hal yang kerap menjadi kontroversi yakni, hands ball dan offside. Hands ball terjadi ketika tangan mengenai bola dengan sengaja (aktif) dalam jarak minimal 2 meter. Sedangkan offside adalah ketika bola dimainkan, pemain yang melakukan penyerangan berdiri paling dekat dengan dua orang pemain terakhir pemain bertahan lawannya.

"Penonton tugasnya hanya menyaksikan. Kalo tidak suka ya jangan ditonton. Pemain juga kadang tidak mengerti peraturan. Semuanya mau menang," ujar Mbah Woko, (19/10).

Pria yang mengaku mencintai sepakbola dan permainan cantik ini bersyukur melalui profesinya sebagai wasit ia bisa hidup berkecukupan melalui honor yang ia terima. Ia juga mengaku tidak pernah menerima suap. Menurutnya wasit yang diketahui menerima suap akan disanksi tidak boleh memipin pertandingan seumur hidup.

"Suap adalah uang yang diterima diawal dengan deal tertentu. Kalau uang yang diterima dibelakang adalah bonus," ujar Mbah Woko, disambut tawa peserta diskusi, (20/10).

Pemain Asing SFC Enggan Tinggal Di Hotel

Friday, October 19, 2012

Hendri Zainuddin (Facebook.Com)
Tiga pemain asing Sriwijaya FC (SFC) yang telah resmi dikontrak, yakni Jerry Boima Karpeh, Ali Khaddafi, dan Erick Weeks Lewis kompak untuk sepakat tidak tinggal di hotel saat musim kompetisi berjalan nanti dan lebih memilih tinggal di kompleks perumahan. Hal ini berbeda dengan musim-musim sebelumnya dimana biasanya pemain asing lebih memilih tinggal di hotel.

Dilansir Hendrizainuddin.Com, (19/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyatakan jika pemain asing SFC enggan tinggal di hotel, sehingga manajemen SFC akan segera mencarikan kompleks perumahan untuk mereka (pemain asing, red).

Mengenai faktor keamanan jika tinggal di kompleks perumahan, Hendri menyebutkan jika kemanan di kompleks perumahan dijaga selama 24 jam. Selain itu kenyamanan di kompleks perumahan lebih baik dibandingkan di hotel. Sedangkan untuk biaya, biaya pemain tinggal di hotel ataupun di kompleks perumahan tidak jauh berbeda.

"Tinggal di kompleks perumahan, pemain asing lebih nyaman. Faktor keamanan tidak menjadi masalah, karena kompleks perumahan dijaga 24 jam," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (19/10).

Pemain asing anyar SFC asal Togo, yakni Ali Khaddafi merupakan pemain asing yang pertama kali menyatakan enggan tinggal di hotel karena tidak terbiasa. Ternyata keinginan Khaddafi diikuti oleh dua rekannya yang lain, yakni Jerry Karpeh dan Erick Weeks. Untuk itu agar keakraban antar pemain tetap terjaga, manajemen SFC akan mencarikan rumah yang berdekatan dalam satu kompleks perumahan untuk trio pemain asing anyar tersebut.
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy