The Next Kapten SFC U-21

Wednesday, October 22, 2014

InfoSriwijayaFC - Kapten Sriwijaya FC (SFC) U-21, Hapit Ibrahim dipastikan musim depan tidak akan memperkuat SFC U-21 lagi. Pasalnya usia Hapit sudah melebihi batas usia yang ditetapkan sebagai syarat pemain Indonesia Super League (ISL) U-21.

Salah satu pemain yang santer akan menjadi kapten SFC U-21 musim depan adalah Rudolf Yanto Basna. Yanto Basna sendiri mengaku siap jika ditunjuk untuk menggantikan Hapit Ibrahim sebagai kapten SFC. "Saya siap jika ditunjuk sebagai kapten," ujar Yanto dilansir laman Sriwijaya Post (21/10).

Yanto Basna sendiri merupakan kapten Tim Nasional Indonesia U-21 saat berlaga di Turnamen COTIF yang berlangsung beberapa waktu lalu. Pemain asal Papua yang berposisi sebagai stopper ini digadang sebagai pemain belakang masa depan Indonesia. (SRIPO)

SFC Berlakukan General Check Up

Monday, October 6, 2014

InfoSriwijayaFC - Belajar dari kesalahan musim lalu, Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Benny Dollo atau yang kerap disapa Bendol memastikan bakal melakukan general check up kepada seluruh pemain sebelum memutuskan untuk direkrut dan memperkuat tim musim depan. Kewajiban mengikuti tes kesehatan tidak hanya berlaku bagi pemain baru tetapi juga skuad lama Laskar Wong Kito yang masih dipertahankan. Cara ini dilakukan Bendol agar dirinya bisa mendapatkan kepastian mengenai kondisi anak asuhnya.

Dengan mengetahui jejak rekam punggawa timnya, eks pelatih Arema Indonesia ini berharap dirinya bisa mendapatkan seorang pemain yang bagus dari segi kualitas, tapi juga fisik. “Saya sudah mempelajari lebih dalam mengenai apa yang menjadi penyebab kegagalan SFC menembus babak delapan besar, karena dari komposisi pemain saya kita kekuatan tim ini cukup merata,” ungkapnya.

Dari hasil analisanya, faktor utama penyebab menurun drastisnya performa tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu, dikarenakan banyaknya pemain yang terpaksa absen dalam pertandingan secara bergantian pada awal dan akhir musim akibat mengalami cedera kambuhan. Sebut saja beberapa pemain yang biasa menempati starting eleven seperti Erol Iba, M Hamzah, Firdaus Ramadhan dan lainnya. Belum lagi ditambah cedera serius M Sobran, sehingga membuatnya harus menepi sejak awal kompetisi, serta Maman Abdulrahman yang membuatnya harus diputus kontrak sebelum liga dimulai.

Selain itu, melalui tes kesehatan arsitek asal Manado itu bisa mendapatkan informasi akurat mengenai anak asuhnya, agar tidak terjadi lagi kasus seperti Frank Oliver Ongfiang yang diduga sengaja tidak mau bermain dipertandingan melawan Persijap Jepara dan Arema Cronus dengan alasan cedera. Sebab dari hasil pemeriksaan dokter dan terapis tim kondisinya sangat fit dan tidak ada kendala sama sekali. Namun pemain impor asal Kamerun itu tetap kukuh pada pendiriannya dan menolak untuk diturunkan.

Memang harus diakui, tidak adanya kewajiban mengikuti tes kesehatan bagi pemain baru SFC merupakan salah satu kesalahan besar yang dilakukan manajemen klub beberapa tahun terakhir ini. Jika mengacu pada kompetisi profesional di negara belahan dunia manapun, general check up merupakan kewajiban yang harus dilakukan terhadap pemain, agar tim tidak seperti membeli kucing dalam karung. 

Pemain top kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi sekalipun tetap harus mengikuti tahapan tersebut saat akan direkrut. Tetapi entah apa yang menjadi pertimbangan manajemen klub, sehingga tidak mewajibkan pemain melakukan tes kesehatan. “Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan dipastikan bakal berjalan ketat. Jadi kita harus benar-benar siap dari segala hal dan jangan sampai terganggu dengan adanya pemain yang cedera,” tutupnya. (YOPIE/SINDO)

Mulai Kumpulkan Amunisi

Saturday, October 4, 2014

InfoSriwijayaFC - Meski belum secara resmi menandatangani kontrak dengan manajemen klub dan diperkenalkan kepada publik Sumatera Selatan, nahkoda anyar Sriwijaya FC (SFC), Benny Dollo ternyata telah bergerilya mengumpulkan amunisi untuk menghadapi ketatnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Sejumlah pemain berkualitas dan berlabel tim nasional Indonesia disebut oleh Bendol, panggilan akrab Benny Dollo, tengah didekatinya dan dalam tahap pembicaraan masalah negosiasi. Namun karena belum ada pemain yang deal lantaran masih terikat kontrak dengan klub lamanya, eks pelatih Persija Jakarta ini mengatakan dirinya terpaksa merahasiakan nama-nama pemain yang dimaksud dan belum mau memberikan bocoran.

Terget tinggi yang dibebankan manajemen SFC pada menjadi alasan Bendol tidak mau sembarangan membidik pemain. Tapi bukan perkara mudah untuk mendapatangkan pemain berkualitas, karena tim lain juga dipastikan bakal melakukan hal yang sama dengan SFC. Termasuk tim yang berhasil lolos ke babak delapan besar, 

“Saat ini saya belum bisa bicara masalah materi pemain, karena saya juga sedang mencari materi yang pas untuk SFC. Memang sudah ada beberapa pemain yang didekati termasuk pemain timnas yang bermain di (babak) delapan besar, tapi semua baru sebatas komunikasi saja” ungkap Bendol saat dihubungi.

Upaya Bendol untuk mendatangkan pemain dipastikan tidak bisa berjalan mulus, karena manajemen klub telah mengeluarkan pernyataan tidak akan merekrut kembali pemain yang telah melakukan mogok bertanding saat SFC menghadapi Mitra Kukar dan Persisam pada ISL edisi 2013 lalu, termasuk yang berlabel timnas. Jika sudah begini, maka pelatih berusia 64 tahun ini terpaksa harus mencoret nama-nama pemain timnas seperti Supardi Nasir, Firman Utina dan Ahmad Jufrianto maupun Abdulrahman dan Tantan yang kini berkostum Persib.

Begitupula dengan mantan pemain lainnya yang pernah memperkuat SFC pada kompetisi ISL musim 2013 lalu, kecuali manajemen klub telah menarik pernyataannya tersebut. Namun Bendol masih memiliki peluang untuk mendekati pemain berlabel timnas lainnya yang kini tengah dilanda kegalauan.

Masalah finansial yang tengah melanda Persebaya Surabaya bisa dimanfaatkan oleh SFC untuk membujuk punggawa tim berjuluk Bleduk Ijo itu bergabung bersama Laskar Wong Kito. "Saya ditargetkan untuk kembali membawa SFC juara. Untuk itu, saya tidak butuh pemain dengan kualitas baik saja, namun harus punya mental juara. Tapi karena mereka rata-rata masih dikontrak sampai November, maka kurang etis rasanya jika diumbar ke publik sekarang,” lungkap Bendol. (YOPIE/SINDO)

Subangkit Minta Maaf

Monday, September 29, 2014

InfoSriwijayaFC - Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Subangkit, dipastikan tidak akan lagi menukangi Sriwijaya FC untuk musim 2015 mendatang, setelah manajemen dan pihak PT SOM, memutuskan tidak lagi memperpanjang kontraknya. Pria asal Pasuruan yang sukses mengantarkan SFC U-21 juara ISL U-21 musim lalu ini meminta maaf kepada seluruh elemen masyarakat Sumsel dan Sriwijaya FC khususnya.

"Sampai saat ini belum ada klub yang kontak saya. Juga belum ada klub yang menghubungi. Kepastian itu saya dapatkan setelah Assiten Manajer menghubungi saya. Bahwa kerjasama tidak bisa dilanjutkan musim depan," jelas Subangkit.

Subangkit pun merasa tidak sakit hati, karena itu bagian dari pekerjaaan dan profesionalisme. Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat sumsel, manajemen dan pihak terkait termasuk media pers yang sangat baik dan mendukungnya. "Justru saya yang minta maaf karena gagal memenuhi tagret kepada elemen SFC. Yang jelas dengan ini saya suda ada kepastian untuk mencari klub musim depan," jelas Subangkit.

Makanya ke depan, Subangkit segera mencari klub baru, sembari berlibur di kampung halamannya. “Sekarang sudah ada kejelasan dan otomatis saya harus mencari klub lain, namun sampai saat ini belum ada. Sabar saja, yang pasti saya ingin terus bermain di kompetisi ISL,” katanya. (DARWIND/SRIPO)

Misteri Pelatih Baru SFC Mulai Terkuak

Thursday, September 25, 2014

InfoSriwijayaFC - Misteri pelatih baru yang akan memimpin Sriwijaya FC (SFC) musim depan akhirnya mulai sedikit terbuka tabirnya. Setelah muncul dua nama sebagai kandidat kuat, yakni Widodo C. Putro dan Benny Dollo, akhirnya nama Benny Dollo kini muncul sebagai kandidat tunggal.

Dilansir laman Seputar Indonesia, Benny Dollo mengakui bahwa ia sudah melakukan deal secara lisan dengan manajemen SFC yang diwakili oleh Manajer SFC, Robert Heri. Menurut pelatih yang kerap disapa Bendol tersebut, ia hanya tinggal menandatangani kontrak dengan SFC. Terkait dengan klub lamanya, Bendol menyebutkan bahwa ia sudah tidak mempunyai urusan lagi dengan klubnya. "Saya sudah deal lisan dengan manajemen SFC. Belum lama ini saya sudah bertemu dengan pak Robert Heri di Jakarta. Tidak ada masalah lagi dan tinggal menunggu tandatangan kontrak saja," ungkap Bendol dilansir Seputar Indonesia (25/09).

Bendol menambahkan bahwa ia kini berada di kampung halamannya, Manado, namun begitu ia kini terus menjalin komunikasi intensif dengan manajemen SFC terkait komposisi pemain SFC musim depan. Mantan pelatih Arema Indonesia dan Persija Jakarta ini menyebutkan bahwa ia akan segera ke Palembang pada bulan Oktober mendatang untuk membahas komposisi pemain lebih lanjut. (edit/SINDO)

Terancam ISPA, SFC Pilih Pindah Tempat Latihan

Wednesday, September 24, 2014

InfoSriwijayaFC - Armada Sriwijaya FC (SFC)  U-21 akan menggelar training center (TC) di luar Sumatera agar tidak terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). TC itu dilakukan Laskar Wong Kito Mudo menjelang meladeni Persipura U-21 di babak semifinal Indonesia Super League (ISL) U-21. Rencananya Laskar Wong Kito Mudo akan TC di Yogyakarta atau Bali.

Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex mengungkapkan, memang tidak mudah mempertahankan status sebagai juara bertahan ISL U-21. Karena itu, pihaknya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil kedua kalinya di partai puncak dengan mempesiapkan tim sebaik-baiknya.

''Manajemen SFC U-21 telah melakukan meeting dengan jajaran pelatih untuk penentuan lokasi dan waktu keberangkatan. Jika sudah mendapatkan kesepatakan, bisa jadi besok atau secepatnya mereka akan langsung berangkat,''terangnya.

Dalam TC itu nanti, ada 23 pemain yang terdiri dari pemain inti dan pelapis akan diberangkatkan, diluar jajaran manajemen dan offisial tim. Dengan cara ini, diharapkan pemain bisa lebih kompak dan fresh, sebelum menghadapi laga krusial melawan Mutiara Hitam Junior, julukan Persipura U-21 (15/10) mendatang.

Lebih jauh dijelaskan Dodi, pertimbangan menggelar TC di luar Palembang karena kondisi cuaca di Sumatera Selatan sedang tidak bagus lantaran diselimuti kabut asap. Jika dipaksakan, dikhawatirkan kesehatan pemain akan terganggu dan rentan terkena ISPA.

Jika pemain terkena ISPA maka akan sangat merugikan bagi Laskar Wong Kito Mudo. Karena Hapit Ibrahim dkk akan kehilangan momentum untuk menjadi tim pertama yang memenangkan dua kali trofi ISL U-21 dua kali berturut-turut.

"Manajer SFC U-21 telah melakukan komunikasi dengan Ketua Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov) Yogyakarta untuk menjali koordinasi mengenai masalah TC. Mulai dari lapangan, penginapan, transport dan lain-lain. Jika sudah diperoleh kepastian, maka rombongan tim akan segera berangkat," lanjutnya. (SINDO)

SFC Bertemu Persipura

Monday, September 22, 2014

InfoSriwijayaFC - Sriwijaya FC (SFC) sebagai juara bertahan akan melawan Persipura Jayapura pada laga semifinal Indonesia Super League (ISL) U-21 2014. Sementara semifinal lainnya akan mempertemukan Semen Padang dengan Mitra Kukar. 

Laga semifinal akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 16 Oktober 2014 dan laga final juga akan digelar di GBK pada 19 Oktober. 

"Persipura, Semen Padang, dan Sriwijaya sepakat laga semifinal dan final digelar di GBK. Saya rasa GBK menjadi impian bagi setiap pemain," kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, dalam acara drawing semifinal ISL U-21, Senin (22/9/2014). 

Sementara itu, Manajer SFC U-21, Augie Benyamin, mengaku yakin timnya bisa mempertahankan gelar juara. "Mempertahankan juara tidak mudah karena semua lawan berat. Namun, saya berharap ada derbi Sumatera di final," kata kata Augie. 

La Siya sebagai manajer Persipura U-21, menyatakan timnya siap menghadang laju Sriwijaya. "Ini semifinal ideal. Kami siap membuktikan melawan juara bertahan. Saya juga berharap ada derbi timur (melawan Mitra Kukar) di final," tuturnya. (FERRIL/ KOMPAS)

Sampaikan Pesan Perpisahan

Sunday, September 21, 2014

Penyerang Sriwijaya FC (SFC), Lancine Kone mengirimkan BlackBerry Messenger (BBM) perpisahan. Kendati tidak menjelaskan secara rinci mengenai masa depannya bersama Laskar Wong Kito, eks penggawa Persisam Samarinda ini mengatakan jika dirinya meninggalkan Palembang. 

Sejak pekan lalu, Lancine Kone tinggal di salah satu hotel di Jakarta. Pemilik nomor punggung 33 itu mengatakan, jika ingin mengetahui mengenai kepastian nasibnya bersama Laskar wong Kito, dia mempersilakan untuk bertanya langsung kepada manajer tim, Robert Heri.  "Kalau ingin bertanya mengenai hal itu, lebih baik tanyakan langsung pada manajer tim. Sebenarnya sebelum berangkat ke Jakarta, saya sudah bicara sama Robert Heri, tapi tidak tentang musim depan,'" tegasnya. 

Dari pernyataannya itu, bisa jadi pembicaraan antara Lancine Kone dengan manajer tim bukan membahas masalah masa depan, tetapi perihal haknya sebagai pemain Sriwijaya FC. Apalagi kontrak pemain sebagian besar baru habis pada November mendatang. 

Manajer Sriwijaya FC Robert Heri saat dihubungi wartawan sangat irit bicara terkait kontrak pemain musim depan. Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini berujar, masih belum bisa mengeluarkan penyataan apa pun mengenai kepastian nasib pemain, lantaran masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. SOM." Kita masih menunggu, jadi belum ada keputusan apa pun soal pemain musim lalu," jelas Robert. 

Dia hanya memastikan, musim depan lini serang tim Laskar Wong Kito tetap akan menggunakan tenaga striker asing. Tapi dia tidak menyinggung sama sekali mengenai siapakah sosok pemain yang dimaksud, apakah pemain yang ada sekarang atau lainnya. "Sesuai regulasi hanya ada tiga pemain asing. Idealnya, masing-masing satu pemain asing untuk posisi belakang, tengah, dan depan," urainya. (YOPIE/ SINDO)
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC | Laskar Wong Kito - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy