Opsi Terburuk SFC Jika Sanksi FIFA Turun

Thursday, May 21, 2015

InfoSriwijayaFC - Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri menyiapkan sejumlah opsi seandainya Indonesia disanksi FIFA setelah deadline 29 Mei mendatang. "Sebenarnya kita (manajemen) sudah memiliki beragam opsi. Salah satunya kalau Indonesia di-Banned FIFA, tim sementara terpaksa kita bubarkan,"ujar Robert.

Keputusan tersebut diutarakan Robert berdasarkan ketidak pastian turnamen dan kompetisi dituangkan oleh PT. Liga Indonesia dan induk olahraga sepak bola, PSSI. Ia sudah memiliki beragam opsi, apabila turnamen berlanjut akan memberlakukan rasionalisasi gaji. Terpenting sekarang pihaknya hanya butuh kepastian saja. "Sebenarnya kami sudah banyak opsi kebijakan apabila turnamen dan kompetisi berjalan bagaimana. Dan apabila tadi kita sampai disanksi oleh FIFA,"ujarnya lagi.

Secara nyata Robert takut turnamen dan kompetisi tidak lagi berjalan. Misal terkait izin pertandingan saja tanpa restu Menpora atau BOPI, aparat kepolisian tidak memberikan ruang laga tersebut bisa berjalan. "Izin saja bagaimana, turnamen pramusim sudah di depan mata. Sedangkan kisruh tetap berlanjut, kita hanya tinggal tunggu sanksi FIFA. Itu yang ada di pikiran kami manajemen," terangnya.

Dia berharap PSSI bersama PT.Liga Indonesia dan Menpora dengan BOPI serta Tim Transisi menghentikan konflik tersebut. Agar Indonesia tidak mendapatkan sanksi FIFA dan berdampak lebih buruk kepada klub-klub di Tanah Air. "Solusinya mereka harus berdamai. Jadi kami bisa menentukan langkah lebih jelas dan tidak pusing memikirkan beragam opsi kebijakan yang harus di ambil," pungkasnya. (Moeslim/SINDO)

Sikap SFC dalam Pertemuan Klub ISL

Tuesday, May 5, 2015

InfoSriwijayaFC - Klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015 akhirnya bereaksi atas penghentian kompetisi oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Sebanyak 18 klub peserta ISL 2015 direncanakan akan berkumpul untuk membahas langkah kedepan klub peserta ISL 2015, Rabu (06/05) di Jakarta.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid menuturkan bahwa tujuan pertemuan tersebut untuk meminta Exco PSSI meninjau kembali keputusan penghentian kompetisi sepakbola nasional. Menurut pria yang akrab disapa Uda Faisal tersebut, pertemuan yang akan dilaksanakan murni ide klub peserta ISL 2015 demi mencari solusi bersama dengan PT Liga Indonesia. "Tanpa kompetisi semua pihak sangat dirugikan bukan saja kami sebagai pengelola klub," ungkap Faisal Mursyid dilansir Seputar Indonesia (05/05).

Terkait dengan sikap SFC dalam pertemuan tersebut, Faisal menuturkan bahwa SFC akan mengikuti kesepakatan bersama yang diambil dalam pertemuan. SFC sendiri diklaim tidak akan memaksa agar kompetisi segera digulirkan dalam waktu dekat. Termasuk jika nantinya kompetisi memang tidak bisa dilanjutkan kembali. (Moeslim/SINDO)

Kompetisi Sepakbola Indonesia Resmi Dihentikan

Sunday, May 3, 2015

Sriwijayafc.infoPSSI akhirnya menghentikan dan membatalkan semua kompetisi musim 2015. Hasil tersebut diambil dalam rapat Komite Eksekutif PSSI, Sabtu (2/5) di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum PSSI mengatakan PSSI mengalami force majeure sehingga kompetisi semua level di tahun 2015 dihentikan dan dianggap selesai.

"Kompetisi Indonesia Super League, Divisi Utama, Piala Nusantara, dan Piala Soeratin 2015 dihentikan dan dinyatakan selesai karena keadaan memaksa (force majeure),"kata Hinca Panjaitan kepada wartawan usai rapat komite eksekutif.

Hinca menyebut kondisi PSSI saat ini telah berjalan dengan sangat baik. "Namun ada kekuatan di luar undang-undang yang mengakibatkan PSSI mengalami force majeure yakni lewat Surat Keputusan Kemenpora terhadap PSSI nomor 01307 tanggal 17 April tahun 2015 yang tidak mengakui PSSI dan Surat Kemenpora terhadap Polri bernomor 01386 tangal 20 April 2015 yang tidak memberikan rekomendasi izin pertandingan," jelas Hinca. 

"Dengan sangat menyesal, kami memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Keptususan ini mengikat terhadap seluruh elemen PSSI yakni klub, perangkat pertandingan dll. Situasi ini sangat kita sayangkan tetapi kita harus jaga otonomi dan independen PSSI," beber pria yang juga pengacara ini.

Sedangkan CEO LIGA, Joko Driyono mengatakan keputusan ini sudah diambil PSSI karena dalam kondisi force majeure yang sangat tidak diharapkan. "Kami menganggap kompetisi tahun 2015 ini selesai tanpa paripurna. "Bila nanti ada perubahan keputusan dari PSSI / EXCO, maka bila nanti dilanjutkan, maka kompetisi akan dimulai dengan nama yang baru, bisa saja Kompetisi ISL 2015-2016 atau Kompetisi ISL 2016,” kata Joko Driyono.

"Soal kewajiban klub kepada pemain nanti LIGA akan memberitahu dan memanggil klub untuk membicarakan hal ini," tambah Joko. (ligaindonesia)
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy