Transfer: Dari Ambrizal Hingga Lee Kwan Jee

Wednesday, March 28, 2012

Ambrizal (Internet)
Kabar mengejutkan datang dari manajemen Sriwijaya FC, setelah dalam beberapa hari terakhir beberapa nama seperti Kenji Adachihara, Shohei Matsunaga, dan Jerry Boima Karpeh menjadi daftar puncak calon pemain Sriwijaya FC yang akan direkrut pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL), kini muncul nama Lee Kwan Jee yang disebutkan oleh Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin sebagai pemain Sriwijaya FC pada putaran ISL nanti.

Misteriusnya Transfer Pemain Sriwijaya FC

Monday, March 26, 2012

Logo Sriwijaya FC (Internet)
Manajemen Sriwijaya FC (SFC) masih tutup mulut mengenai pemain depan asing Asia yang dikabarkan sudah deal dengan SFC. Alasan manajemen SFC belum ingin memberikan identitas pemain baru tersebut karena manajemen belajar dari pengalaman transfer musim lalu. Diantaranya kasus Muhammad Ridhuan dan Noh Alamsyah musim lalu yang padahal sudah diberikan uang kontrak bahkan sudah berada di Palembang, ternyata gagal berbaju SFC.

Catatan ( 3 ): Perdamaian Itu Akhirnya Datang

Sunday, March 25, 2012

Bedulur
Singa - Beladas (Alex Putra)
Cikal bakal dari seluruh supporter Sriwijaya FC saat ini adalah Sriwijaya Mania (S-Man) yang berdiri pada tahun 2005, karena ada perbedaan pendapat, S-Man yang saat itu dipimpin oleh Masyhiril pecah menjadi dua. Terbentuklah kelompok supporter baru yang didirikan oleh 8 orang dan diberi nama Sriwijaya Ngamuk atau yang saat ini kita kenal dengan nama Singa Mania. Perpecahan dikubu supporter Sriwijaya FC tidak berhenti, setelah muncul Singa Mania muncullah Sriwijaya Mania Sumsel (SMS) pada tahun 2007 yang juga hasil perpecahan dari Sriwijaya Mania. Sriwijaya Mania Sumsel muncul setelah terjadi perpecahan suara dalam pengurus S-Man.

Namun lambat laun karena sering terjadi perpecahan, S-Man menghilang dari dunia supporter Sriwijaya FC dan tersisalah Singa Mania dan SMS. Hingga akhirnya muncullah Sriwijaya Mandiri Supporter (Simanis) yang merupakan perpecahan dari Singa Mania. Saat ini SMS dipimpin oleh Eddy Ismail, Simanis dipimpin oleh Qusoy, dan Singa Mania dipimpin oleh Deddy Pranata.

Berawal dari banyaknya masyarakat yang menginginkan penyatuan kelompok suporter Sriwijaya FC menjadi satu, seperti Viking dan Bomber (Bobotoh Maung Bersatu) di Bandung yang menyatu dan membiru di stadion menjadi “BOBOTOH”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Keluarga Besar”, YSS (Yayasan Suporter Surabaya) yang membawahi ribuan Bonek, Jak Mania yang mengorens di Jakarta, Aremania yang membiru di Kota Malang, dan Pasoepati (Pasoekan Suporter Solo Sejati) yang memerah di Solo. Suatu keinginan yang sama dengan Sriwijaya Mania Sumsel, cita-cita yang sejak lama didambakan, bersatu, bernyanyi bersama, dan menguningkan Stadion Jakabaring saat mendukung tim kesayangan Sriwijaya FC berlaga. Layaknya suporter besar seperti Jak Mania, YSS, Aremania dan sebagainya.

Mendengar opini dari publik sepakbola Sumsel, manajemen Sriwijaya FC pada musim kompetisi ISL 2010/2011 membuat wacana penggabungan kelompok suporter Sriwijaya FC ke dalam suatu wadah yang awalnya diberi nama Gangster (Gabungan Suporter Sriwijaya). Dalam hal ini mantan Manajer Sriwijaya FC pada saat merebut Double Winners, yang juga Ketua Pengda PSSI Sumsel, H. MC. Bariyadi, sangat ingin sekali kelompok suporter Sriwijaya FC bersatu. Oleh karena itu beliau berembuk dengan para ketua kelompok Sriwijaya FC pada saat itu, Eddy Ismail dari Sriwijaya Mania Sumsel, Qusoy dari Sriwijaya Mandiri Suporter, dan Deddy Pranata dari Singa Mania mengenai penggabungan suporter Sriwijaya FC kedalam suatu wadah.

Dalam perjalanannya menuju penyatuan H. MC. Bariyadi setuju menggelontorkan dana segar sebesar 1 Miliar rupiah untuk menebus tender tiket yang saat itu dipegang oleh CV Yulimas. Maksud H. MC. Bariyadi, setelah tender tiket ditebus dan diambil alih, suporterlah yang mengelola tiket dan keuntungan dari tiket tersebut dibagi tiga untuk para kelompok suporter. H. MC. Bariyadi berharap para suporter bisa mandiri, sehingga tidak perlu meminta kemana-mana dana, seperti untuk tur, penyewaan sekretariat dan sebagainya.

Sebelum ditebus tender tiket tersebut, H. MC.  Bariyadi menginginkan kelompok suporter mempunyai badan hukum, sehingga uang 1 Miliar yang ia gelontorkan ada yang bertanggung jawab jika uang tersebut “hilang”. Ketika H. MC. Bariyadi, Eddy Ismail (Ketum Sriwijaya Mania Sumsel), Qusoy (Ketum Simanis), Augie Bunyamin (Direktur Keuangan Sriwijaya FC) telah siap untuk membentuk badan hukum/yayasan kelompok suporter Sriwijaya FC ke notaris, beredar kabar dimedia massa jika salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC menyatakan tidak jadi bergabung menjadi satu. Padahal sebelumnya dimedia massa ketiga pihak sudah deal untuk bersatu dan telah banyak usulan nama untuk Yayasan Suporter tersebut. Gagallah usaha dari H. MC. Bariyadi untuk menyatukan suporter Sriwijaya FC. Kegagalan seperti yang dinyatakan di atas tidaklah membuat kelompok suporter Sriwijaya FC, S-Man Sumsel dan Simanis patah arang untuk bersatu.

Setelah melewati masa-masa sulit, akhirnya terbentuklah suatu wadah suporter Sriwijaya FC yang atas usul salah satu rekan media, diberi nama Beladas (Bela Armada Sriwijaya). Beladas juga merupakan bahasa daerah yang berarti bersenang-senang. Diharapkan, para suporter Sriwijaya FC dapat bersatu dan bersenang-senang dalam satu wadah kekeluargaan saat mendukung tim Sriwijaya FC. Setelah S-Man Sumsel dan Simanis bergabung, diangkatlah Augie Bunyamin sebagai ketua harian dari Beladas. Dan akhirnya mau tidak mau S-Man Sumsel dan Simanis “ turun pangkat” menjadi Kordinator Wilayah dan para Korwil harus “turun pangkat” juga menjadi Sub Korwil.

Bergabungnya SMS dan Simanis menjadi Beladas ternyata tidak membuat perdamaian antar supporter semakin erat. Yang terjadi malah sering terjadi bentrokan berdarah antar supporter yang membuat penonton umum menjadi was-was untuk datang menonton langsung. Puncaknya pada putaran pertama ISL 2011/2012 sempat terjadi bentrokan berdarah yang berakibat korban jiwa dari supporter yang berseteru.

Dari sinilah kisah kelam berakhir, gerah wilayahnya sering terjadi bentrokan Kapolresta Palembang, Kombes (Pol) Sabaruddin Ginting mempertemukan ketiga petinggi supporter Sriwijaya FC (Singa Mania, SMS, dan Simanis) untuk mendamaikan supporter Sriwijaya FC. Kapolresta Palembang juga memberikan peringatan keras dan ancaman akan mencabut izin bertanding Sriwijaya FC di Palembang.

Puncaknya perdamaian yang selama ini diimpikan oleh supporter Sriwijaya FC terjadi pada tanggal 17 Maret 2012 saat Sriwijaya FC bertanding melawan Persiram Raja Ampat dipertandingan terakhir Sriwijaya FC diputaran pertama ISL 2011/2012. Diawali dengan kelilingnya para petinggi supporter Sriwijaya FC untuk memberikan salam perdamaian, kemudian dirigen Beladas, Qusoy yang naik ke tribun utara Singa Mania untuk memberikan salam perdamaian. Hingga akhirnya saat usai pertandingan ribuan Singa Mania berhamburan ke tribun timur untuk memberikan salam perdamaian kepada Beladas dan saling bersahutan menyanyikan yel-yel perdamaian. Begitu mengharukan ketika pertikaian yang selama ini begitu kental berubah menjadi pekik perdamaian.

Kuning hijau sama saja..
Sama-sama dukung... Dukung Sriwijaya...

Disini Beladas.. di sana Singa..
Dimana-mana kita sodara..

Disini Singa.. disana Beladas..
Dimana-mana kita sodara..

Catatan ( 2 ): Beberapa Masalah Sriwijaya FC di Putaran 1

Saturday, March 24, 2012

Logo Sriwijaya FC (Internet)
Sriwijaya FC pada ISL 2011/2012 mengalami beberapa masalah yang cukup menyedot perhatian publik. Dimulai dari gonjang-ganjing mengenai kompetisi yang akan diikuti oleh Sriwijaya FC hingga ancaman deportasi kepada top skor Sriwijaya FC, Keith Jerome Gumbs.

Awalnya instruksi dari Dewan Pembina Sriwijaya FC, Alex Noerdin yang juga Gubernur Sumatera Selatan mengintruksikan kepada manajemen Sriwijaya FC agar mengikuti kompetisi resmi PSSI, dalam hal ini Indonesia Premier League (IPL).

Catatan ( 1 ): Fakta Menarik Sriwijaya FC di Putaran I

Tuesday, March 20, 2012

Fakta Menarik dan Statistik Sriwijaya FC di Putaran Pertama ISL:
  1. Dalam 17 kali bermain, Sriwijaya FC menang 11 kali, seri 3 kali, dan 3 kali kalah. Diantaranya adalah 9 kali menang di kandang, 2 kali menang di tandang, 3 kali seri di tandang, dan 3 kali kalah di tandang.
  2. Selama 17 kali laga, Sriwijaya FC memasukkan 39 gol dan kemasukkan 16 gol. Sebanyak 26 gol diantaranya dicetak duet Kayamba dan Hilton.
  3. Dalam rataan Sriwijaya FC rata-rata memasukkan 2,2 gol dan kemasukkan 0,94 gol per pertandingan.
  4. Dalam 17 laga, Sriwijaya FC hanya empat pertandingan tidak kebobolan. Yaitu saat melawan Gresik United (3-0), Persidafon (5-0), PSMS Medan (0-0), dan Persiram (1-0).
  5. Dalam laga kandang Sriwijaya FC pada putaran pertama ISL, mencetak 28 gol dan kebobolan 8 gol dari 9 pertandingan. Dengan rataan memasukkan 3,11 gol dan 0,88 gol per partai kandang.

Bongkar Pasang Pemain Sriwijaya FC

Monday, March 19, 2012

Bahtiar (Palembang Ekspres)
Melalui website pribadinya Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin menumumkan hasil rapat evaluasi menajemen dan tim pelatih Sriwijaya FC pada 18 Maret 2012. Hasilnya adalah lima pemain Sriwijaya FC resmi dilepas oleh manajemen Sriwijaya FC. Mereka adalah Rahmat "Phoci" Rivai, Ilham Jaya Kusuma, Jeki Arisandi, Muhammad Markus Bahtiar dan Rendy Siregar.

Menurut Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex pengumuman pemain yang dilepas dilakukan secepatnya agar para pemain yang dilepas dapat segera mencari klub baru ketika jendela bursa transfer dibuka. Ditambahkan oleh Dodi, jika evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mencapai target empat besar Indonesia Super League (ISL). Dengan dilepasnya kelima pemain tersebut, maka Sriwijaya FC akan segera bergerak mencari pengganti lima pemain yang dilepas. Sejauh ini Sriwijaya FC membutuhkan satu pemain depan dan satu pemain belakang.

Perdamaian Untuk Sekarang dan Selamanya

Perdamaian  (Sumatera Ekspres)
Setelah menutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) dengan kemenangan setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat dengan skor 1-0 dan mempertahankan 100% kemenangan kandang, kebahagian publik Sriwijaya FC bertambah setelah akhirnya perdamaian antar supporter yang selama ini diimpikan akhirnay terwujud kembali setelah tiga kelompok supporter Sriwijaya FC, Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), Sriwijaya Optimis Mandiri (Simanis), dan Singa Mania melakukan ikrar perdamaian di depan publik Sriwijaya FC sebelum dan sesudah pertandingan Sriwijaya FC vs Persiram (17/03).

Perdamaian antara supporter Sriwijaya FC difasilitasi oleh pihak Kepolisian dari Polresta Palembang. Setelah terjadi perdebatan alot dan diskusi akhirnya ketiga kelompok supporter dengan berbesar hati berdamai demi Sriwijaya FC, karena Kapolresta Palembang Kombes (Pol) Sabaruddin Ginting memberikan peringatan keras dan mengancam tidak memberikan izin pertandingan kepada Sriwijaya FC.

Kemenangan untuk Kesempurnaan Kandang

Logo ISL (www.ligaindonesia.co.id)
Sriwijaya FC berhasil mempertahankan rekor selalu menang di kandang setelah mengandaskan perlawanan tim tamu Persiram Raja Ampat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (17/03) dengan skor 1-0 melalui gol semata wayang yang diciptakan oleh striker Hilton Moreira setelah memanfaatkan umpan silang dari Supardi.

Pertandingan berlangsung dengan tempo sedang, banyak peluang yang tercipta, namun masalah penyelesaian akhir menjadi momok kedua tim. Persiram yang dimotori Oktovianus Maniani langsung menggebrak pertahanan Sriwijaya FC. Beberapa kali Okto Maniani, Jean Boumsong, dan Pello Benson berhasil menembus pertahanan Sriwijaya FC yang dikomandoi oleh Thierry Gatuessy.

Laga Pamungkas Putaran Pertama, Wajib Menang

Saturday, March 17, 2012

Kas Hartadi (Palembang Ekspres)
Laga terakhir Sriwijaya FC diputaran pertama Indonesia Super League (ISL) akan mempertemukan Sriwijaya FC dengan klub asal Papua, Persiram Raja Ampat malam ini (17/03) di STadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Duel beda kelas ini secara logika akan dengan mudah dimenangkan Sriwijaya FC, di atas kertas Sriwijaya FC unggul, Sriwijaya FC saat ini berada dipuncak klasemen sementara ISL, sedangkan Persiram saat ini berada di dasar klasemen ISL. Jika Sriwijaya FC memenangkan pertandingan maka peluang menjadi juara paruh musim semakin terbuka lebar sambil berharap Persipura "terjatuh".

Namun begitu, pelatih Kas Hartadi tidak ingin meremehkan Persiram karena bagaimanapun banyak pemain berkualitas yang bercokol di Persiram, diantaranya adalah eks pemain Sriwijaya FC musim lalu, Oktovianus Maniani. Kas Hartadi pantas untuk waspada karena sedikit banyak Okto mengetahui isi dapur Sriwijaya FC, selain itu permainan kolektif yang diperagakan oleh anak asuh Bambang Nurdiansyah tersebut bisa membuat Sriwijaya FC terjungkal.
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy