Opsi Terburuk SFC Jika Sanksi FIFA Turun

Thursday, May 21, 2015

InfoSriwijayaFC - Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri menyiapkan sejumlah opsi seandainya Indonesia disanksi FIFA setelah deadline 29 Mei mendatang. "Sebenarnya kita (manajemen) sudah memiliki beragam opsi. Salah satunya kalau Indonesia di-Banned FIFA, tim sementara terpaksa kita bubarkan,"ujar Robert.

Keputusan tersebut diutarakan Robert berdasarkan ketidak pastian turnamen dan kompetisi dituangkan oleh PT. Liga Indonesia dan induk olahraga sepak bola, PSSI. Ia sudah memiliki beragam opsi, apabila turnamen berlanjut akan memberlakukan rasionalisasi gaji. Terpenting sekarang pihaknya hanya butuh kepastian saja. "Sebenarnya kami sudah banyak opsi kebijakan apabila turnamen dan kompetisi berjalan bagaimana. Dan apabila tadi kita sampai disanksi oleh FIFA,"ujarnya lagi.

Secara nyata Robert takut turnamen dan kompetisi tidak lagi berjalan. Misal terkait izin pertandingan saja tanpa restu Menpora atau BOPI, aparat kepolisian tidak memberikan ruang laga tersebut bisa berjalan. "Izin saja bagaimana, turnamen pramusim sudah di depan mata. Sedangkan kisruh tetap berlanjut, kita hanya tinggal tunggu sanksi FIFA. Itu yang ada di pikiran kami manajemen," terangnya.

Dia berharap PSSI bersama PT.Liga Indonesia dan Menpora dengan BOPI serta Tim Transisi menghentikan konflik tersebut. Agar Indonesia tidak mendapatkan sanksi FIFA dan berdampak lebih buruk kepada klub-klub di Tanah Air. "Solusinya mereka harus berdamai. Jadi kami bisa menentukan langkah lebih jelas dan tidak pusing memikirkan beragam opsi kebijakan yang harus di ambil," pungkasnya. (Moeslim/SINDO)

Harga Tiket Pertandingan Sriwijaya FC

Friday, April 3, 2015

Sriwijayafc.info - Manajemen klub Sriwijaya FC (SFC) membuat kebijakan baru dengan menaikkan harga tiket pertandingan kandang SFC. Beberapa kategori tiket pertandingan kandang SFC dinaikkan harganya sebesar 5 ribu rupiah. Hal tersebut dilakukan demi menambah pemasukan SFC untuk mengarungi kompetisi pada musim 2015.

Direktur Marketing dan Promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi menuturkan bahwa keputusan menaikkan harga tiket pertandingan SFC adalah keputusan bersama petinggi SFC. Nirmala menambahkan bahwa hanya tiket kategori VVIP dan tribun timur yang tidak mengalami kenaikan harga. "Harga tiket VVIP tetap Rp100.000 dan tribun timur juga tetap Rp. 25.000," sebut Nirmala Dewi dilansir Seputar Indonesia.

Berikut harga tiket pertandingan kandang SFC musim 2015.
Kategori VVIP : Rp. 100.000 (tetap)
Kategori VIP Biru : Rp. 50000 (sebelumnya 45.000)
Kategori Barat Atas : Rp. 40.000 (sebelumnya 35.000)
Kategori Tribun Timur : Rp. 25.000 (tetap)
Kategori Tribun Utara & Selatan : Rp.20.000 (sebelumnya 15.000)

Jaga Tradisi, SFC Kunjungi Panti Asuhan

Thursday, April 2, 2015

Sriwijayafc.info - Sriwijaya FC (SFC) direncanakan menjamu Pelita Bandung Raya (PBR) dalam laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2015, Sabtu (04/04). Pertandingan antara kedua tim akan digelar pada pukul 21:00 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya.

Berbagai persiapan telah dipersiapkan oleh manajemen SFC untuk menyambut laga perdana SFC tersebut. Mulai dari pengajuan izin keamanan, promosi, mencetak tiket, hingga rencana kunjungan ke panti asuhan yang selalu menjadi tradisi tim SFC setiap tahun.

Direktur Marketing dan Promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi menuturkan bahwa kunjungan ke panti asuhan akan digelar pada pagi hari, Sabtu (04/04). Nirmala menambahkan bahwa kunjungan tersebut akan dipimpin langsung oleh Presiden SFC, Dodi Reza. "Kita bertandingkan malam hari. Paginya mau ke panti asuhan," ungkap Nirmala Dewi dilansir Seputar Indonesia (01/04).

Namun, rencana kunjungan ke panti asuhan bisa saja batal jika kick off ISL 2015 diundur. Pasalnya polekmik yang mendera ISL 2015 kembali berlanjut setelah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak merekomendasikan dua klub ISL, yakni Arema dan Persebaya untuk mengikuti ISL 2015.

Seperti yang diketahui, SFC kerap melakukan kunjungan ke panti asuhan. Hal ini dilakukan untuk meminta doa kepada anak-anak panti asuhan demi kelancaran SFC mengikuti kompetisi. Selain itu kunjungan dilaksanakan untuk mendekatkan diri tim SFC kepada masyarakat. (Moeslim/SINDO/edit)

Bantah Bajak Kim Kurniawan

Wednesday, March 25, 2015

Sriwijayafc.info - Enam tim peserta Indonesia Super League (ISL) 2015 terancam tidak bisa mengikuti ISL 2015. Salah satu tim tersebut adalah Pelita Bandung Raya. Tim yang musim lalu masuk delapan besar ISL 2014 mengalami beberapa masalah berat yang salah satunya adalah permasalahan dana. Permasalahan tersebut membuat beberapa pemain Pelita Bandung Raya juga terancam dibajak klub lain.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muchendi Mahzareki menuturkan bahwa tidak ada niat dari manajemen Sriwijaya FC (SFC) untuk melakukan penambahan pemain. Pasalnya SFC saat ini telah memiliki 25 pemain dan telah dianggap cukup untuk mengarungi kompetisi pada musim 2015. ":ita memang belum berminat menambah pemain lagi, sebab 25 pemain sekarang dirasa sudah cukup," ungkap Muchendi dilansir Sriwijaya Post (24/03).

Lebih lanjut Muchendi menuturkan bahwa SFC tidak ada niat membajak pemain Pelita Bandung Raya, Kim Kurniawan ke SFC. Seperti yang diketahui, SFC dikaitkan dengan Kim Kurniawan karena pemanggilan Kim Kurniawan ke Tim Nasional Indonesia. Hal tersebut dianggap sinyal berminatnya SFC untuk menggunakan jasa Kim Kurniawan. (Darwind/SRIPO)

SFC Siap Main dengan 10 Klub

Sunday, March 15, 2015

Sriwijayafc.info - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) angkat bicara mengenai hasil verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Melalui Manajer tim SFC, Robert Heri, SFC meminta PT Liga Indonesia (PT LI) mengambil tindakan tegas terhadap hasil verifikasi BOPI terhadap klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015.

Robert Heri menyebutkan bahwa jika klub yang belum masuk melengkapi syarat mengikuti kompetisi profesional jangan dipaksakan. Bahkan Robert Heri menantang PT LI untuk mencoret klub yang tidak siap memenuhi persyaratan yang diminta. "PT Liga harus tegas untuk mengeluarkan klub-klub itu dari ISL, seperti yang sempat dilakukan pada Persiwa Wamena dan Persik Kediri," kata Robert Heri dilansir laman Sriwijaya Post (14/03)

Menurut Robert Heri, pihak SFC siap mengikuti kompetisi kompetisi dengan sepuluh klub saja. Pasalnya delapan klub lainnya berdasarkan verifikasi BOPI masuk dalam kategori C, yakni belum melengkapi syarat wajib mengikuti kompetisi profesional. Delapan klub tersebut adalah Arema Malang, Persiram Raja Ampat, Bali United, Pusamania Borneo, Pelita Bandung Raya,  PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya. (Darwin/SRIPO/edit)

Hasil Verifikasi BOPI Terhadap Klub ISL 2015

Friday, March 13, 2015

Sriwijayafc.info - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akhirnya merilis hasil verifikasi yang dilakukan terhadap klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh BOPI, tiga klub mendapatkan hasil terbaik dengan nilai A- dan masuk kategori A. Ketiga klub tersebut adalah Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan Persipura Jayapura.

Ketua tim verifikasi BOPI, Iman Suroso menungkapkan kekecewaannya atas hasil verifikasi. Pasalnya masih banyaknya klub peserta ISL yang belum melengkapi data yang diminta oleh BOPI. Menurut Iman banyak klub yang mengirimkan data yang sama dengan data yang telah dikirimkan, salah satunya terkait kontrak pemain dan pajak. "Kami meminta kontrak (pemain) dibuat dengan direktur ata direktur utama badan hukum klun, Tetapi yang kami terima tetap saja kontrak pemain dengan bendahara atau asisten manajer yang tidak ada kedudukan hukum dalam legalitas klub," ungkap Iman dilansir laman Detik (13/03).

Berikut hasil verifikasi BOPI terhadap klub peserta ISL 2015 dilansir laman Detik (13/03):
Kategori A(Kelengkapan dokumen lebih dari 75% dan dokumen wajib telah terpenuhi):
1. Sriwijaya FC (A-)
2. Persib Bandung (A-)
3. Persipura (A-)
Catatan: Ketiga klub belum melengkapi dokumen kegiatan sosial dan sejumlah dokumen kecil lainnya.

Kategori B (Kelengkapan dokumen antara 50 hingga 75% dan dokumen wajib telah terpenuhi):
1. Persija Jakarta (B)
2. Persela Lamongan (B)
3. Persiba Balikpapan (B)
4. Mitra Kukar FC (B)
5. Barito Putera (B)
6. Perseru Serui (B- dengan catatan harus memperbaiki kontrak pemain dan pelatih)
7. Semen Padang FC (B-)

Kategori C (Kelengkapan dokumen kurang dari 50% atau dokumen wajib belum terpenuhi):
1. Pelita Bandung Raya (C)
2. Arema Malang (C)
3. Gresik United (C)
4. Pusamania Borneo FC (C)
5. Bali United (C)
6. PSM Makassar (C)
7. Persebaya (C)
8. Persiram Raja Ampat (C)

Keterangan: Dokumen wajib merupakan dokumen yang menyangkut aspek legalitas klub, aspek keuangan, dan adanya kontrak profesional untuk pemain dan pelatih yang seluruhnya harus dilengkapi oleh klub. Khusus kontrak pemain dan pelatih bisa dilengkapi secara bertahap.

SFC Terbang ke Jawa Timur, Goran Ditinggal

Saturday, March 7, 2015

Sriwijayafc.info - Sriwijaya FC (SFC) akhirnya melakukan ujicoba ke Pulau Jawa untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. PSBI Blitar dan Persis Solo menjadi dua lawan SFC dalam tur persiapan ISL 2015. SFC direncanakan akan bertanding menghadapi PSBI Blitar pada hari Minggu (08/03) di Stadion Aryo dan Persis Solo pada hari Selasa (10/03) di Stadion Manahan.

Sekretaris Tim SFC, Achmad Haris menuturkan bahwa SFC berangkat tur ke Pulau Jawa tanpa mengikutsertakan tiga pemainnya, yakni Jajang Maulana, Titus Bonai dan Goran Ljubojevic. Jajang terpaksa ditinggal karena masih terbelit cedera. Titus Bonai saat ini sedang sakit. Sedangkan Goran menunggu keluarganya yang akan datang ke Indonesia pada hari Senin (09/03). "Goran tidak ikut serta bersama tim karena istri dan anaknya," sebut Haris dilansir laman Sumatera Ekspres (06/03).

Menanggapi absennya Titus Bonai dan Goran, Asisten Pelatih SFC, Hartono Ruslan menuturkan bahwa ujicoba yang dilakukan oleh SFC untuk evaluasi dan tidak mencari kemenangan. Pria yang pernah mengantarkan SFC juara ISL 2012 ini juga menyebutkan bahwa SFC tidak akan didampingi Benny Dollo yang sedang fokus bersama Tim Nasional Indonesia. Namun menurut Hartono Ruslan, Benny Dollo telah menyiapkan program latihan untuk anak asuhnya. (Windy/SUMEKS/edit)

Sriwijaya FC Terancam Ditinggal Pemain

Wednesday, March 4, 2015

Sriwijayafc.info - Pasca penunjukan Benny Dollo (Bendol) sebagai pelatih sementara (karateker) Timnas Senior, Sriwijaya FC (SFC) harus mewaspadai rentetan persoalan berikutnya. Salah satunya kemungkian eksodus punggawa SFC mengikuti jejak Bendol ke timnas. SFC terancam ditinggal pemainnya untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Manajer SFC, Robert Heri memilih professional dan enggan melakukan intervensi intervensi terkait tugas Bendol di timnas ataupun bersama SFC. Bersama SFC Bendol memiliki materi pemain berkualitas yang cukup banyak. Kenyataan itu yang memicu kekhawatiran manajemen bahwa para pemain SFC akan menjadi ’sasaran tembak’ Bendol untuk mengisi skuadnya. Terlebih Bendol sudah memahami betul kondisi mereka. ”Pilihan pemain itu terserah pelatih,” kata Robert Heri.

Beberapa pemain yang berpelung dibawa oleh Bendol adalah Titus Bonai, Ferdinand Sinaga, Raphael Maitimo, Asri Akbar, Fachrudin Aryanto, dan Dian Agus. Deretan pemain tersebut jelas layak menghuni timnas. Jika benar Bendol yang jelas telah mengetahui karakter anak-anak asuhnya tersebut membawa ke Timnas, apalagi saat kompetisi sedang berlangsung, maka SFC akan ’habis. Tanpa mereka, tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut tidak hanya timpang, tapi bisa menjadi benar-benar lumpuh. (Rizki/PALPOS)

Piala Gubernur Sumsel Digelar 3 Pekan

Friday, February 27, 2015

Sriwijayafc.info - Manajemen klub Sriwijaya FC (SFC) mengkonfirmasi waktu kompetisi pra musim, Piala Gubernur Sumsel 2015. Setidaknya selama tiga pekan, SFC bersama tujuh klub peserta lainnya akan berkompetisi pada kompetisi yang digelar pada 4-27 Maret 2015. Rencananya kompetisi pra musim tersebut akan dipusatkan di Palembang.

Direktur Kompetisi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin menyebutkan bahwa banyak klub berminat ikut berpartisipasi. Selain itu surat undangan untuk calon peserta Piala Gubernur Sumsel 2015 telah dikirimkan. Augie berani mengklaim bahwa para calon peserta sudah mengkonfirmasi undangan dari pihak SFC. "Konfirmasi dari para undangan masih belum kita ketahui dari siapa-siapa saja. Karena kami tengah fokus melakukan persiapan event tersebut," ungkap Augie dilansir laman Seputar Indonesia (27/02).

Salah satu calon peserta Piala Gubernur Sumsel 2015, Persib Bandung belum memastikan apakah akan berpartisipasi atau tidak dalam Piala Gubernur Sumsel 2015. Menurut Pelatih Kepala Persib, Djajang Nurdjaman, berat bagi Persib untuk mengikuti Piala Gubernur Sumsel 2015 karena pada bulan Maret 2015 Persib mempunyai agenda pada kompetisi AFC Cup 2015. Djajang juga menambahkan bahwa Persib telah pasti berangkat ke Bali untuk melakukan ujicoba dengan Bali United pada 2 Maret 2015. "Kita berangkat Minggu (1/3/2015) lalu pulang ke Bandung setelah uji coba tanggal 3 Maret," ungkap Djajang dilansir laman Seputar Indonesia (26/02).

Seperti yang diketahui, SFC akan menggelar Piala Gubernur Sumsel 2015 untuk mengisi kekosongan jadwal akibat tertundanya ISL 2015. Setidaknya akan ada delapan klub, termasuk SFC yang akan berpartisipasi pada kompetisi yang direncakanan digelar setiap tahun tersebut. Klub lain yang disebutkan akan ikut berkompetisi adalah Persib, Persija, Arema, Persebaya, Persipura, Semen Padang, dan satu klub dari Singapura. (Moeslim/Ginanjar/SINDO/edit)

Gunakan Dalil "Force Majeure"

Wednesday, February 25, 2015

Sriwijayafc.info - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) akhirnya mengakui bahwa kondisi keuangan SFC akan mengalami kerugian karena konflik Indonesia Super League (ISL) 2015. Sebelumnya manajemen SFC mengklaim bahwa SFC tidak akan mengalami kerugian.

Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Yuliar menyebutkan bahwa keuangan SFC terganggu karena diundurnya ISL 2015. Pasalnya SFC telah mengeluarkan banyak biaya untuk persiapan ISL 2015 sejak bulan Desember 2014.

Menurut Yuliar dana operasional SFC akan mendapatkan tambahan, sedangkan dana untuk pemain dan pelatih aman. "Biaya operasianal sudah pasti akan ada tambahan, tapi kita juga sudah antisipasi agar kondisi keuangan kita tetap aman," ungkap Yuliar dilansir laman Sriwijaya Post (24/02).

Terkait dengan kontrak pemain yang terancam habis di tengah kompetisi, Yuliar mengungkapkan bahwa manajemen SFC akan melakukan komunikasi dengan pemain. Yuliar berharap pemain SFC dapat paham karena tertundanya ISL 2015 karena tertundanya ISL 2015 diklaim termasuk "force majeur" atau bencana yang tidak dikehendaki bersama. (Kompas/SRIPO/edit)

Piala Gubernur Sumsel Undang 8 Raksasa

Tuesday, February 24, 2015

Sriwijayafc.info - Manajemen klub Sriwijaya FC (SFC) berencana mengadakan Piala Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 2015. Hal ini dilakukan untuk mengisi waktu sebelum Indonesia Super League (ISL) 2015 diputar pada 4 April 2015. Delapan klub akan diundang untuk berpatisipasi, yakni Persib, Arema, Persipura, Persebaya, Persija, Semen Padang, dan satu klub dari Singapura.

Direktur Promosi dan Marketing PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi menuturkan alasan lain penyelenggaraan Piala Gubernur Sumsel 2015. Selain untuk mengisi kekosongan waktu, Piala Gubernur Sumsel 2015 digelar untuk mempromosikan event ASIAN Games 2018 yang akan digelar di Palembang. "Ini adalah solusi terbaik untuk mengatasi kekosongan kompetisi yang sangat panjang," ungkap Nirmala Dewi dilansir laman Seputar Indonesia (24/02).

Rencananya Piala Gubernur Sumsel 2015 akan digelar selama satu bulan pada bulan Maret karena pada 4 April ISL 2015 dimulai. Demi merealisasikan rencana tersebut, manajemen SFC sudah melakukan koordinasi dengan PSSI dan PT Liga Indonesia untuk meminta rekomendasi penyelenggaraan kompetisi yang diharapkan bisa dilaksanakan setiap tahun. (Moeslim/SINDO/edit)

Hasil Verifikasi Sementara Peserta ISL 2015

Sunday, February 22, 2015

SriwijayaFC.info - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengeluarkan rilis hasil verifikasi sementara terhadap kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Berdasarkan rilis tertanggal 22 Februari 2015 yang dikeluarkan oleh BOPI, beberapa masalah yang menyangkut mayoritas klub peserta ISL 2015 adalah mengenai pajak, kontrak pemain dan pelatih, serta kegiatan sosial. Terkait dengan kegiatan sosial, seluruh klub peserta ISL 2015 disebutkan belum melakukan melaporkan kegiatan sosial yang dilakukan.

Sriwijaya FC (SFC) sebagai salah satu klub peserta kompetisi ISL 2015 ternyata dianggap BOPI memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut adalah mengenai laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, serta laporan kegiatan sosial yang dilakukan oleh SFC. Sebelumnya manajemen SFC menyatakan bahwa SFC merupakan klub yang taat pajak. "Kita adalah tim yang paling taat pajak jadi kami pikir tidak benar jika Sriwijaya FC belum bayar pajak," ungkap Muchendi Mahzareki dilansir laman Sriwijaya Post (17/02). 

Berikut hasil verifikasi sementara BOPI terhadap klub peserta ISL 2015 dilansir Bola News:
1. Semen Padang (PT Kabau Sirah Semen Padang)
Kekurangan: SIUP, laporan keuangan, laporan pajak, kegiatan sosial

2. Sriwijaya FC (PT Sriwijaya Optimis Mandiri)
Kekurangan: Laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, kegiatan sosial

3. Persija Jakarta (PT Persija Jaya Jakarta)
Kekurangan: Laporan pajak, kontrak stadion, kontrak pemain dan pelatih, kegiatan sosial

4. Persib Bandung (PT Persib Bandung Bermartabat)
Kekurangan: Laporan keuangan, laporan pajak, kontrak stadion, kegiatan sosial

5. Pelita Bandung Raya (PT Kreasi Performa Pasundan)
Kekurangan: Laporan keuangan, laporan pajak, kontrak stadion, kontrak pemain dan pelatih, kegiatan sosial

6. Arema Malang (PT Arema Indonesia)
Kekurangan: Akta pendirian, pemegang saham, laporan keuangan, laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, kegiatan sosial

7. Persela Lamongan (PT Persela Jaya)
Kekurangan: SIUP, laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

8. Persebaya Surabaya (PT Mitra Muda Inti Berlian)
Kekurangan: Laporan pajak, kontrak stadion, kontrak pemain dan pelatih, kegiatan sosial

9. Gresik United (PT Persegres Jaka Samudra Gresik)
Kekurangan: SIUP, laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia dini, kegiatan sosial

10. Persiba Balikpapan (PT Balikpapan Kick Off)
Kekurangan: Laporan keuangan, laporan pajak, kontrak stadion, kontrak pemain (harus direvisi), kontrak pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

11. Pusamania Borneo FC (PT Nahusam Pratama Indonesia)
Kekurangan: Laporan keuangan, laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

12. Mitra Kukar (PT Kutai Kartanegara Sport Mandiri)
Kekurangan: Laporan pajak, kontrak stadion, kontrak pemain dan pelatih, kegiatan sosial

13. Barito Putra (PT Putra Barito Berbakti)
Kekurangan: SIUP, laporan keuangan, laporan pajak, pernyataan lunas tunggakan, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

14. Bali United (PT Bali Bintang Sejahtera)
Kekurangan: SIUP, NPWP, laporan keuangan, laporan pajak, kontrak stadion, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

15. PSM Makassar (PT Pagolona Sulawesi Mandiri)
Kekurangan: Laporan keuangan, laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

16. Persipura Jayapura (PT Persipura Papua)
Kekurangan: Akte pendirian, SIUP, laporan pajak, kontrak pemain (harus direvisi), kontrak pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

17. Perseru Serui (PT Perseru Serui)
Kekurangan: SIUP, laporan pajak, kontrak pemain (harus direvisi), kontrak pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

18. Persiram Raja Ampat (PT Persiram Makmur Madani)
Kekurangan: SIUP, laporan pajak, kontrak pemain dan pelatih, pembinaan usia muda, kegiatan sosial

Source: Bolanews

Jadwal ISL 2015 Diprediksi Padat

SriwijayaFC.info - Jadwal pertandingan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 diprediksi akan padat. Kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut direncanakan baru akan digulirkan pada 4 atau 5 April 2015. Alasannya karena tidak memungkinkan digelar pada bulan Maret yang dipenuhi jadwal pertandingan FIFA dan tim nasional Indonesia.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono menyebutkan kompetisi ISL 2015 baru bisa dimulai pada bulan April 2015. Kompetisi ISL 2015 juga akan menemui jeda pada bulan Juli, September, Oktober, dan November karena adanya jadwal kualifikasi Piala Asia. Adanya jeda tersebut membuat kompetisi ISL 2015 dijadwalkan padat demi mengejar waktu kontrak pemain dengan klub yang biasanya berakhir pada bulan Desember 2015. "Jadwal pasti padat karena kompetisi baru dimulai bulan April ini," sebut Joko Driyono dilansir laman ligaindonesia.

Demi tercapainya kesepakatan bersama, PT Liga Indonesia selaku penyelenggara kompetisi ISL 2015 akan berdiskusi dengan klub mengenai jadwal kompetisi ISL 2015 yang terbaru. Selain berbicara masalah jadwal, PT Liga Indonesia juga akan membicarakan permasalahan bisnis. (edit/ligaindonesia)

Bukan Liga Singapura, Tetapi Singapura Cup

Friday, February 20, 2015

SriwijayaFC.info - Wacana manajemen Sriwijaya FC (SFC) untuk mengikuti kompetisi di Singapura terus berlanjut. Walaupun menuai pro kontra dan tidak sedikit bernada ejekan, manajemen SFC menyatakan tidak main-main dengan wacana yang telah dikeluarkan.

Manajer SFC, Robert Heri menuturkan bahwa sikap SFC saat ini adalah menanti kepastian bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2015. Pasalnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menunda ISL 2015 hingga 4 Maret 2015.

Dilain pihak, Direktur Promosi dan Marketing PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Nirmala Dewi menyebutkan bahwa SFC kini sedang mempelajari syarat untuk mengikuti Singapura Cup. Nirmala menambahkan bahwa Singapura Cup bukanlah Liga Singapura dan merupakan dua kompetisi yang berbeda satu sama lain. "Bukan liga Singapura ya, karena pendaftarannya telah tertutup. Sedangkan Singapura Cup masih ada kesempatan," sebut Nirmala dilansir laman Palembang Pos.

Seperti yang diketahui, manajemen SFC melalui Robert Heri mengancam akan mengikuti kompetisi di Singapura. Alasannya belum ada kejelasan mengenai penyelenggaraan ISL 2015, padahal SFC sudah siap untuk berkompetisi. (Rizki/PALPOS)

Sriwijaya FC Siapkan Diri ke Singapura

Thursday, February 19, 2015

InfoSriwijayaFC - Penundaan jadwal Indonesia Super League (ISL) 2015 berdampak secara langsung Sriwijaya FC (SFC). Sebagai salah satu peserta kompetisi ISL 2015, SFC terpaksa menyusun ulang jadwal tim. Dua tempat, yakni Jawa Tengah dan Singapura menjadi opsi tempat mempersiapkan diri bagi tim berjuluk Laskar Wong Kito.

Manajer SFC, Robert Heri menuturkan bahwa penundaan jadwal ISL 2015 berdampak pada kondisi pemainnya karena selama ini latihan yang dipersiapkan untuk SFC demi mengejar puncak performa pada pekan pertama ISL. Penundaan jadwal ISL 2015 membuat skuad asuhan Benny Dollo menyusun pola latihan baru.

Singapura menjadi salah satu tujuan SFC untuk tempat latihan demi suasana baru dalam latihan selain Jawa Tengah. Setidaknya ada dua kali ujicoba SFC di Singapura pada 23 dan 27 Februari 2015. Salah satu lawannya adalah Singapura Armed Forces. "Selama ini kami kan lebih banyak melawan tim asal Jawa Timur. Dengan mencoba berbagai macam karakter lawan, diharapkan pemain lebih matang dan siap saat kick off terbaru ditentukan," ungkap Robert Heri dilansir Sumatera Ekspres.

Seperti yang diketahui, penyelenggaaran ISL 2015 terpaksa setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nachrawi memutuskan agar ISL 2015 ditunda. Laga perdana ISL 2015 yang harusnya dilaksanakan pada hari Jumat (20/02) terpaksa ditunda hingga dua pekan ke depan. Pasalnya banyak klub peserta ISL 2015 yang dianggap belum melengkapi syarat untuk mengikuti kompetisi profesional. (Julheri/SUMEKS)

SFC Bantah Dianggap Tak Bayar Pajak

Wednesday, February 18, 2015

InfoSriwijayaFC - Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 akhirnya mendapatkan kejelasan. Kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia tersebut akhirnya terpaksa ditunda selama dua minggu. Awalnya laga perdana ISL 2015 akan dimulai pada hari Jumat (20/02) dengan mempertemukan Persib vs Persipura.

Salah satu alasan yang membuat ISL tertunda adalah belum adanya klub peserta ISL yang melaporkan bukti pembayaran pajak yang dilakukan oleh klub. Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Heru Nugroho menuturkan bahwa klub peserta ISL 2015 menolak menyerahkan NPWP, SIUP, dan Surat Pemenuhan Pajak Tahunan (SPPT). Hal ini menurut Heru dikarenakan adanya masalah pada klub dan ditenggarai terkait dengan pembayaran pajak. "Besar kemungkinan itu terkait pembayaran pajak yang tidak dilakukan sebagaimana seharusnya," ungkap Heru.

Menanggapi pendapat dari Heru Nugroho, Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muchendi Mahzareki mengklaim bahwa Sriwijaya FC (SFC) adalah klub yang paling taat pajak selama ini. Muchendi membantah jika SFC dianggap belum membayar pajak. "Kita adalah tim yang paling taat pajak jadi kami pikir tidak benar jika Sriwijaya FC belum bayar pajak," ungkap Muchendi. (RiauPos/SRIPO)

Janji Goran untuk SFC

Monday, February 16, 2015

InfoSriwijayaFC - Pemain asing asal Kroasia, Goran Ljubojevic telah melakukan tanda tangan kontrak bersama Sriwijaya FC (SFC), Sabtu (14/02). Goran direkrut SFC untuk menggantikan Christian Vaquero yang tidak lolos verifikasi PT Liga Indonesia. Tidak disebutkan berapa nominal yang harus dibayarkan untuk Goran selama satu musim.

Saat melakukan tanda tangan kontrak, Goran menyebutkan bahwa ia tidak menargetkan jumlah gol yang akan ia cetak saat berseragam SFC. Namun pemain yang menggunakan seragam bernomor punggung 9 tersebut berjanji akan membawa SFC menjadi juara. "Untuk apa target gol, kalau SFC tidak jadi juara. Target saya kita harus juara di kompetisi nanti," ujar Goran dilansir laman Seputar Indonesia.

Dilain sisi, muncul kisah menarik dari Goran mengenai proses sehingga ia bisa bergabung dengan SFC. Goran bercerita bahwa sebenarnya ia tidak berminat bermain diklub Indonesia. Pasalnya ia mendapatkan kabar bahwa klub sepakbola di Indonesia sering bermasalah dengan keuangan. (Moeslim/SINDO)

Presiden SFC Anggap PTLI Merusak dan Mengganggu

InfoSriwijayaFC - Nasib kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yang belum jelas membuat banyak kalangan galau. Mulai dari manajemen klub, pemain, hingga pendukung tim yang akan berlaga di ISL 2015. Sriwijaya FC (SFC) sebagai salah satu kontestan ISL 2015 turut merasakan kerugian dari ketidakjelasan nasib ISL 2015.

Presiden klub SFC, Dodi Reza pun ikut angkat bicara mengenai nasib kompetisi ISL 2015 yang terancam ditunda karena beberapa syarat yang belum lengkap. Menurut Dodi Reza hendaknya PT Liga Indonesia (PT LI) selaku penyelenggara ISL bertindak tegas. Klub yang bermasalah dan tidak siap mengikuti kompetisi tidak perlu dipaksakan ikut kompetisi. "Kasihan dengan kontestan ISL lainya yang sudah siap. Apa lagi hanya beberapa klub, kan puluhan klub yang menjadi korban," ungkap Dodi Reza dilansir laman Seputar Indonesia.

Dodi Reza menambahkan bahwa sikap tidak tegas dari PT LI sungguh merugikan klub, salah satunya SFC sebagai klub yang pertama kali menyiapkan diri. Menurutnya SFC sebagai kontestan telah mempersiapkan diri dengan melakukan pemusatan latihan, melakukan ujicoba, hingga mengikuti kompetisi pra musim. Namun saat ini karena ketidakjelasan nasib kompetisi membuat ritme permainan yang telah tercipta menjadi rusak dan tentu saja menggangu keuangan klub. "Janganlah plin-plan seperti itu kasihan kami tim-tim yang telah siap. PT Liga (PT LI, red)merusak ritme klub dan juga bisa mengganggu biaya operasional tim," sebut Dodi Reza dilansir Seputar Indonesia.

Keresahan yang keluar dari Dodi Reza bukan tanpa alasan. Pasalnya SFC sudah mempersiapkan diri sejak bulan Desember 2014 dan menjadi tim terlama yang mempersiapkan diri diantara kontestan ISL  2015 lainnya. Tentunya tidak sedikit dana, tenaga, dan pikiran yang telah dikeluarkan untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ISL 2015 dan mencapai target juara ISL 2015. (Moeslim/SINDO)

SFC Ancam Pindah ke Singapura

InfoSriwijayaFC - Wacana mengejutkan dilemparkan oleh manajemen klub Sriwijaya FC (SFC), yakni wacana untuk mengikuti kompetisi Liga Singapura. Pasalnya tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan nasib kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang terancam gagal bergulir karena dianggap belum memenuhi dokumen syarat penyelenggaraan kompetisi.

Manajer SFC, Robert Heri menjadi orang yang pertama kali mencetuskan wacana mengejutkan tersebut. Menurut Robert Heri, apabila PT Liga Indonesia selaku penyelenggara ISL terus menunda penyelenggaraan ISL atau malah membatalkan penyelenggaraan ISL, SFC akan ikut Liga Singapura. Robert menambahkan bahwa SFC sudah siap mengikuti kompetisi, persiapan pemain dan sponsor sudah selesai dilakukan. "Apabila terus diundur atau tidak jadi. Kami telah melakukan penjajakan agar SFC bermain di Liga SIngapura," ungkap Robert Heri dilansir laman Seputar Indonesia.

Keresahan Robert Heri bukan tanpa alasan, SFC sebagai tim yang pertama kali menyiapkan diri untuk mengikuti ISL 2015 tentunya akan mendapatkan kerugian akibat penundaan pelaksanaan ISL. Sejak bulan Desember 2014 SFC telah menyiapkan diri dan membayar gaji pemain. Tentunya suatu kerugian bagi SFC jika terus menggaji pemain tanpa mengikuti kompetisi. (Moeslim/SINDO)

Goran Resmi Milik Sriwijaya FC

Sunday, February 15, 2015

InfoSriwijayaFC -Sriwijaya FC (SFC) resmi mengontrak Goran Ljubojevic. Pemain asal Kroasia tersebut telah melakukan tanda tangan kontak bersama Presiden Klub SFC, Dodi Reza di Griya Agung, Sabtu (15/02).

Pelaksanaan tanda tangan kontrak Goran ini sesuai dengan rencana manajemen SFC yang memang merencakan untuk melakukan tanda tangan kontrak dengan Goran pada hari Sabtu (15/02). Melalui akun pribadinya, Dodi Reza membenark bahwa sebelum laga SFC melawan Persiram Raja telah melakukan tanda tangan kontrak dengan Goran. "Sebelum laga uji coba melawan Persiram, manajemen SFC melakukan penandatangan kontrak pemain Goran Ljubojevi," tulis Dodi Reza.

Tidak disebutkan secara pasti berapa nilai kontrak mantan pemain Tim Nasional Kroasia tersebut. Namun, beredar kabar bahwa kontrak pemain yang musim lalu mencetak 20 gol di Liga Singapura tersebut senilai 1,6 miliar. Patut dinantikan kontribusi Goran bagi SFC.
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy