Boakay Segera Merapat?

Sunday, October 28, 2012

Boakay Edy Foday (Goal.Com)
Masih minimnya pemain berposisi sebagai penyerang murni membuat Sriwijaya FC (SFC) begitu aktif mencari jugador untuk mengarungi kompetisi mendatang. Beberapa hari yang lalu, manajemen Sriwijaya FC (SFC) mengklaim tinggal selangkah lagi mendapatkan pemain asal Singapura, Agu Casmir. Namun kini, manajemen SFC menyatakan jika Boakay Edy Foday akan segera merapat ke Palembang pada hari Senin, (29/10).

Hal ini diungkapkan oleh Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, seperti dilansir Sripoku.Com, (27/10). Hendri menyebutkan jika pemain yang musim lalu memperkuat Persiwa Wamena tersebut paling lambat akan hadir di Palembang. Ini sesuai janji agen Boakay, yakni Eko Subekti kepada manajemen SFC. Eko juga merupakan agen Erick Weeks Lewis.

"Paling lambat Senin dia (Boakay, red) bergabung," ujar Hendri, dilansir Sripoku.Com, (27/10).

Menanggapi berita akan segera datangnya Boakay ke Palembang ditanggapi dengan gembira oleh pelatih SFC, Kas Hartadi. Menurut pelatih asal Solo ini, Boakay adalah kebutuhan tim. Ia yakin Boakay akan cepat padu bersama timnya, apalagi Boakay dan Erick Weeks pernah lama satu tim di Persiwa.

"Itu kebutuhan tim, makanya saya sangat setuju jika dia bergabung. Lini depan akan semakin komplit," ujar Kas Hartadi, dilansir Sripoku.Com, (27/10).

Jika Boakay jadi bergabung dengan SFC, maka SFC akan memiliki dua penyerang murni karena sebelumnya SFC telah merekrut Jerry Boima Karpeh. Mengenai nasib Jerry Karpeh jika Boakay jadi bergabung dengan SFC, Kas Hartadi menyatakan jika posisi Jerry Kapreh aman. Menurutnya kualitas Jerry Karpeh dan Boakay sebenarnya sama, namun Jerry Karpeh masih kurang dalam pengalaman.

Cerita Ali Khaddafi Tentang Lebaran dan Perbedaan

Saturday, October 27, 2012

Ali Khaddafi (Antarasumsel.Com)
Pemain asing Sriwijaya FC (SFC), Ali Khaddafi merupakan salah satu pemain sepakbola di Indonesia yang tidak pulang kampung untuk merayakan lebaran. Apalagi kampung halamannya jauh terletak di Togo.

Dilansir Antarasumsel.Com, (26/10), Ali Khaddafi menyebutkan jika kondisi lebaran di Indonesia hampir sama dengan kondisi lebaran di negaranya, Togo. Namun di Indonesia lebih ramai dari pada di Togo karena di Togo penduduk muslim hanya berkisar 50%.

Menurut pemain berusia 28 tahun ini, ketika lebaran Idul Fitri di Togo ia selalu memakan makanan khusus buatan ibunya ketika lebaran. Uniknya ibunya merupakan seorang pemeluk agama kristen, demikian pula dua saudara perempuannya. Sedangkan ia memeluk agama Islam, mengikuti keyakinan ayahnya.

"Saya empat bersaudara dan jadi anak ketiga, adik dan kakak perempuan mengikuti ibu beragama kristen. Sementara yang laki-laki menjadi muslim, mengikuti ayah," ujar Ali Khaddafi, dilansir Antarasumsel.Com, (26/10).

Namun begitu, uniknya keluarga yang berbeda keyakinan dalam beragama tersebut tetap hidup rukun dan saling mendukung. Hal yang menurut Ali Khaddafi banyak terjadi dan merupakan hal yang lumrah terjadi di negeri asalnya tersebut.

"Di Togo banyak keluarga hidup bersama dengan perbedaan agama, jadi bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan," ujar Ali Khaddafi, dilansir Antarasumsel.Com, (26/10).

Ali Khaddafi juga menyebutkan jika ia belajar mengenai agama dari sang ayah. Ia mengaku beruntung bisa terlahir sebagai muslim, karena menurutnya agama adalah hubungan sangat pribadi antara Tuhan dan ciptaan-NYA. Ia berharap bisa memperbaiki kualitas ibadahnya karena sering lalai menjalankan kewajiban sebagai muslim.

Ali Khaddafi sendiri merupakan pemain anyar SFC yang berasal dari Togo. Ia diproyeksikan untuk memperkuat lini tengah SFC dan menggantikan posisi Ponaryo Astaman yang dilepas oleh manajemen SFC. Pemain yang akan menggunakan nomor punggung 7 musim depan ini sebelumnya pernah memperkuat beberapa klub di Indonesia, diantaranya PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, dan Bontang FC.

Pemain Sriwijaya FC Urunan Beli Kambing

Thursday, October 25, 2012

Kas Hartadi (Facebook.Com)
Libur Idul Adha selama satu hari yang diberikan oleh pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi kepada anak asuhnya ternyata tidak membuat pemainnya memutuskan untuk pulang kampung untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga di kampung halaman. Untuk itu sebagian besar pemain SFC yang tidak pulang kampung memutuskan untuk urunan membeli seekor kambing dan akan dijadikan sate sebagai santapan dalam perayaan Idul Adha yang akan jatuh pada Jumat, (26/10), besok.

Dilansir Antarasumsel.Com, (25/10), pelatih SFC, Kas Hartadi menyebutkan jikapemain SFC sepakat untuk mengadakan acara bakar sate pada hari raya (Idul Adha, red) nanti. Padahal sebelumnya ia mengira pemainnya banyak yang pulang kampung.

"Para pemain memutuskan membeli seekor kambing untuk disantap sendiri karena sebagian besar telah berkurban di kampung halaman masing-masing," ujar Kas Hartadi, dilansir Antarasumsel.Com, (25/10).

Pelatih SFC, Kas Hartadi hanya memberikan libur Idul Adha selama satu hari kepada pemain SFC karena alasan persiapan untuk Celebes Cup yang akan segera digelar pekan depan di Bandung, pada 3 dan 4 November 2012.

Sriwijaya FC Kembali Ditawari Pemain Asing

Alan Leadro (Espnstar.Com)
Hingga kini tersisa dua kouta pemain asing yang belum dipakai oleh tim Sriwijaya FC (SFC), yakni satu kouta Asia dan satu Non Asia. Untuk memenuhi kouta tersebut, manajemen SFC dan tim pelatih terus berusaha mencari pemain asing yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan tim. Beberapa pemain macam Ruben Reyes hingga yang teranyar Kim Dong Chan terpaksa dipulangkan oleh manajemen SFC karena performanya tidak memuaskan dan tidak sesuai yang diharapkan.

DIlansir, Hendrizainuddin.Com, (25/10), kini SFC kembali kedatangan lagi tawaran dari agen pemain, yakni pemain yang berasal dari negara tetangga Indonesia, Timor Leste. Pemain tersebut bernama Alan Leandro da Silva yang berposisi sebagai penyerang. Pemain kelahiran  14 Januari 1989 ini  merupakan pemain kelahiran Brasil dan memperkuat Timnas Timor Leste.

Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin membernarkan adanya tawaran dari dr. Tika, agen pemain yang selama ini menjadi salah satu rekanan tim SFC. Menurut Hendri, pemain yang ingin bergabung dengan SFC silahkan mendaftarkan diri, namun syaratnya harus melalui proses seleksi, termasuk jika Alan Leandro ingin bergabung juga.

"Untuk saat ini kita lihat dulu penampilan Alan dalam proses seleksi. Setelah itu baru kita putuskan merekrutnya atau tidak," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (25/10).

Seperti yang diketahui, saat ini tim SFC baru memiliki Tantan dan Jerry Boima Karpeh yang berposisi sebagai penyerang murni. Sedangkan Aliyudin, Sultan Samma, dan Muhammad Fahrudin akan diefektifkan menjadi pemain sayap.

Perayaan Sederhana HUT Ke-8 Sriwijaya FC

Wednesday, October 24, 2012

Logo Sriwijaya FC (Internet)
Tepat tanggal 23 Oktober 2012, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, Sriwijaya FC (SFC) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-8. Untuk merayakan ulang tahun SFC tersebut, manajemen SFC beserta official dan jajaran pengurus klub mengadakan acara perayaan sederhana di Hotel Swarna Dwipa, (23/10), yakni pemotongan kue ulang tahun.

Dilansir Goal.Com, (23/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyebutkan jika saat ini diusia 8 tahun SFC, berbagai prestasi tingkat nasional telah berhasil diraih tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.

"Tinggal juara Asia yang belum kita raih. Kita harapkan kedepannya SFC bisa merajai kawasan Asia," ujar Hendri, dilansir Goal.Com, (23/10).

Menurut Hendri, momen ulang tahun SFC ini hendaknya menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak, baik manajemen, pemain, pelatih, official, hingga supporter. Ini dikarenakan kedepannya perjalanan yang akan ditempuh makin sulit, sehingga dibutuhkan sinergitas antara semua pihak agar SFC menjadi lebih baik kedepannya. Walaupun kepengurusan manajemen, pemain, hingga supporter berganti, namun diharapkan SFC akan ada dan tetap dihati semua pecinta SFC.

Seperti yang diketahui, walaupun baru berusia seumur jagung, prestasi SFC dikancah sepakbola nasional tidak bisa dipandang sebelah mata. Dua gelar juara Liga Indonesia, tiga gelar juara Piala Indonesia secara berturut-turut, satu gelar Community Shield, Inter Island Cup, Babel Cup, dan Perang Bintang. Belum lagi gelar di luar lapangan, diantaranya adalah penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tim sepakbola pertama di Indonesia yang berhasil meraih gelar Double Winners, selain itu gelar tim Fair Play pada musim kompetisi 2009/2010.

Agu Casmir Makin Dekat Menuju SFC

Tuesday, October 23, 2012

Agu Casmir (tnp.sg)
Sempat dikabarkan mencari pemain depan yang berkualitas, diam-diam ternyata manajemen Sriwijaya FC (SFC) telah menjalin komunikasi intensif dengan seorang penyerang asal Afrika berpaspor Singapura, Agu Casmir. Bahkan negoisasi yang lakukan melalui agen Agu Casmir, Eko Subekti hampir menemukan kata sepakat antara keduabelah pihak.

Dilansir Hendrizainuddin.Com, (23/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyebutkan jika negoisasi dengan pihak Agu Casmir tinggal selangkah lagi menemukan kata sepakat mengenai harga kontrak.

"Harga yang ditawarkan pihak Agu (Casmir, red) dengan harga yang diinginkan SFC berselisih 100 juta. Jika deal, Agu langsung kita kontrak tanpa harus ikut seleksi," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (23/10).

Keputusan mengenai kepastian jadi atau tidaknya stiker Timnas Singapura tersebut merapat ke Palembang baru akan diketahui dalam dua hari kedepan, namun manajemen SFC akan terus menjalin komunikasi dengan pihak Agu Casmir. Jika Agu Casmir jadi bergabung dengan SFC, maka SFC akan memulangkan pemain asal Korea Selatan, Kim Dong Chan yang saat ini tengah mengikuti seleksi bersama SFC.

Agu Casmir sendiri merupakan pemain naturalisasi Timnas Singapura yang berasal dari Nigeria. Pemain kelahiran 23 Maret 1984 ini pernah memperkuat beberapa klub besar di Liga Singapura, seperti Woodlands Wellington FC dan Gombak United FC. Tercatat di Transfermarkt.co.uk, striker kelahiran Lagos, Nigeria ini telah mencatatkan 13 gol dari 37 penampilannya bersama Timnas Singapura sejak tahun 2004. Agu Casmir juga pernah terkena skorsing larangan satu tahun membela Timnas Singapura karena kasus transfernya dianggap bermasalah pada beberapa tahun silam.

Advetorial: Wasit, Pemimpin Yang Tertindas

Saturday, October 20, 2012

Ilustrasi (@FootballFandom1)
Ketika mendengar kata "Wasit", akan banyak hal yang terbayang dipikiran kita, salah satunya adalah seorang pengadil dipertandingan sepakbola yang di Indonesia kerap menjadi kambing hitam ketika pertandingan berakhir. Bahkan tak jarang menjadi sasaran amukan pemain, official tim, hingga supporter. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri juga kerap terjadi.

Jumat, (19/10), sebuah komunitas fans sepakbola yang menamakan diri Football Fandom menggelar diskusi di sebuah Cafe di Kota Yogyakarta. Tema yang dibahas adalah mengenai "Wasit" dan menghadirkan narasumber seorang mantan wasit nasional yang bernama Sumarwoko dan akrab disapa dengan sapaan Mbah Woko.

Awal diskusi, Mbah Woko bercerita panjang mengenai perjuangannya hingga kini bisa menjadi wasit C1 nasional PSSI. Ia menyebutkan jika menjadi wasit adalah cita-citanya sejak kecil, bahkan sejak tahun 1985, saat ia masih SMP ia telah mempunyai setifikat wasit C3 (tingkat kabupaten). Dua tahun berselang ia berhasil meraih sertifikat wasit C2 (tingkat provinsi). Hingga pada tahun 1997, ia berhasil meraih sertifikat wasit C1 (tingkat nasional) setelah dua kali "gagal" karena permainan kotor oknum pengurus wasit PSSI dan tidak lulus seleksi administrasi.

"Kalau tidak ada permainan kotor, saya yakin lolos ujian wasit C1 pada waktu itu," ujar Mbah Woko, (19/10).

Menurut pria asli Jogja ini, ada beberapa hal yang diperlukan seseorang jika hendak menjadi wasit. Yang pertama adalah Fisik. Seorang wasit harus mampu berlari minimal 2,6 kilometer tanpa henti. Yang kedua adalah Peraturan, yakni seorang wasit hendaklah paham terhadap peraturan pertandingan, sehingga tidak menimbulkan kesalahan yang bisa berakibat fatal, diantaranya amukan massa. Yang ketiga adalah, Psikologi ata mental. Tanpa psikologi yang bagus, seorang wasit akan "hancur" di lapangan dan fisik dan pemahaman peraturan yang bagus akan percuma tanpa ditunjang mental.

Ketika disinggung mengenai seringnya sasaran amukan pemain maupun supporter, Mbah Woko menyebutkan hal tersebut karena kurangnya pemahaman peraturan oleh pemain dan supporter. Dua hal yang kerap menjadi kontroversi yakni, hands ball dan offside. Hands ball terjadi ketika tangan mengenai bola dengan sengaja (aktif) dalam jarak minimal 2 meter. Sedangkan offside adalah ketika bola dimainkan, pemain yang melakukan penyerangan berdiri paling dekat dengan dua orang pemain terakhir pemain bertahan lawannya.

"Penonton tugasnya hanya menyaksikan. Kalo tidak suka ya jangan ditonton. Pemain juga kadang tidak mengerti peraturan. Semuanya mau menang," ujar Mbah Woko, (19/10).

Pria yang mengaku mencintai sepakbola dan permainan cantik ini bersyukur melalui profesinya sebagai wasit ia bisa hidup berkecukupan melalui honor yang ia terima. Ia juga mengaku tidak pernah menerima suap. Menurutnya wasit yang diketahui menerima suap akan disanksi tidak boleh memipin pertandingan seumur hidup.

"Suap adalah uang yang diterima diawal dengan deal tertentu. Kalau uang yang diterima dibelakang adalah bonus," ujar Mbah Woko, disambut tawa peserta diskusi, (20/10).

Pemain Asing SFC Enggan Tinggal Di Hotel

Friday, October 19, 2012

Hendri Zainuddin (Facebook.Com)
Tiga pemain asing Sriwijaya FC (SFC) yang telah resmi dikontrak, yakni Jerry Boima Karpeh, Ali Khaddafi, dan Erick Weeks Lewis kompak untuk sepakat tidak tinggal di hotel saat musim kompetisi berjalan nanti dan lebih memilih tinggal di kompleks perumahan. Hal ini berbeda dengan musim-musim sebelumnya dimana biasanya pemain asing lebih memilih tinggal di hotel.

Dilansir Hendrizainuddin.Com, (19/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyatakan jika pemain asing SFC enggan tinggal di hotel, sehingga manajemen SFC akan segera mencarikan kompleks perumahan untuk mereka (pemain asing, red).

Mengenai faktor keamanan jika tinggal di kompleks perumahan, Hendri menyebutkan jika kemanan di kompleks perumahan dijaga selama 24 jam. Selain itu kenyamanan di kompleks perumahan lebih baik dibandingkan di hotel. Sedangkan untuk biaya, biaya pemain tinggal di hotel ataupun di kompleks perumahan tidak jauh berbeda.

"Tinggal di kompleks perumahan, pemain asing lebih nyaman. Faktor keamanan tidak menjadi masalah, karena kompleks perumahan dijaga 24 jam," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (19/10).

Pemain asing anyar SFC asal Togo, yakni Ali Khaddafi merupakan pemain asing yang pertama kali menyatakan enggan tinggal di hotel karena tidak terbiasa. Ternyata keinginan Khaddafi diikuti oleh dua rekannya yang lain, yakni Jerry Karpeh dan Erick Weeks. Untuk itu agar keakraban antar pemain tetap terjaga, manajemen SFC akan mencarikan rumah yang berdekatan dalam satu kompleks perumahan untuk trio pemain asing anyar tersebut.

Demi SFC Jerry Karpeh Rela Diet Ketat

Thursday, October 18, 2012

Jerry Karpeh (@Wady_Pratama)
Sempat dipermasalahkan kondisi fisiknya yang terlalu gemuk, Jerry Boima Karpeh akhirnya mau tidak mau harus rela melakukan diet ketat untuk mengembalikan fisiknya seperti semula demi menunjang performanya saat tampil dikompetisi. Selain itu striker asal Australia ini harus berlatih khusus dengan porsi tersendiri.

Dilansir Sripoku.Com, (17/10), pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi menyebutkan jika butuh waktu dua sampai tiga minggu untuk mengembalikan kondisi fisik Jerry Karpeh seperti semula. Namun begitu walaupun harus menjalani latihan khusus, Kas Hartadi menilai Jerry Karpeh mempunyai semangat untuk belajar dan berubah.

"Dia mempunyai semangat untuk belajar dan berubah. Dia pun rela menjalani diet dan program latihan khusus," ujar Kas Hartadi, dilansir Sripoku.Com, (17/10).

Menurut pelatih asal Solo tersebut, Jerry Karpeh bisa berkembang lebih baik lagi di SFC dibandingkan ketika ia berseragam Persisam Samarinda. Jerry Karpeh sendiri akan menjadi andalan SFC untuk menjadi pendobrak pertahanan lawan. Sejauh ini baru Jerry Karpeh pemain diskuad SFC yang berposisi sebagai striker murni.

Dilain pihak, Jerry Karpeh mengaku ia sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan  selai yang disediakan oleh pihak katering tim SFC. Hal ini dilakukannya agar tidak membuat kecewa para pendukung SFC. Ia juga siap untuk tampil lebih baik lagi bersama SFC, untuk itu ia akan bekerja keras.

"Saya targetkan dua minggu lagi untuk lebih baik dari musim lalu. Saya berusaha keras mengikuti program dari pelatih.untuk tidak mengecewakan fans dan pendukung SFC," ujar Jerry Karpeh, dilansir Sripoku.Com, (17/10).
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy