Empat Kiper SFC Dipertahankan

Tuesday, August 7, 2012


Kendati belum mengumumkan secara resmi hasil evaluasi manajemen, empat penjaga gawang Sriwijaya FC (SFC) musim lalu, yakni Ferry Rotinsulu, Rifky Mokodompit, dan Andi Irawan, termasuk Try Hamdani Goentara yang merupakan pemain magang asal klub PS Pusri Palembang juga akan dipertahankan oleh manajemen SFC.

Hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh manajemen SFC, musim lalu SFC hanya kebobolan 31 gol dalam 34 pertandingan atau dalam satu pertandingan rata-rata kebobolan 0,9 gol/pertandingan. Jumlah kebobolan tersebut menempatkan SFC sebagai klub yang paling sedikit kebobolan. Jika dilihat dari statistik tersebut, bukan hasil yang buruk, dan sudah seharusnya manajemen SFC mengamankan palang pintu terakhir SFC tersebut. Hal ini dinilai dengan tidak mengesampingkan peran pemain lain.

Dilansir dari Sriwijaya Post (07/08/2012), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin mengatakan jika Ferry dan Rifky tampil impresif pada musim lalu, sedangkan Andi dan Try mempunyai potensi karena usianya masih muda dan masih dapat berkembang lagi.

"Komposisi kiper sudah cukup dan tidak ada masalah lagi. Jadi kami fokus mengamankan keempatnya untuk musim depan," ujar Hendri, dikutip dari Sriwijaya Post (07/08/2012).

Ferry Rotinsulu Belum Berpikir Untuk Pindah


Ferry Rotinsulu (Google.com)

Salah satu pemain andalan Sriwijaya FC (SFC), yang juga kiper utama SFC, Ferry Rotinsulu menegaskan ia tetap memprioritaskan SFC sebagai klubnya musim depan walaupun banyak klub yang menghubunginya dan menawarinya untuk bergabung. Namun walaupun begitu Ferry juga belum bisa memastikan apakah ia musim depan akan tetap bersama SFC atau tidak karena ia akan melihat bagaimana komposisi SFC musim depan.

Dilansir dari Sriwijaya Post (07/08/2012), Ferry menyatakan ada beberapa klub yang sudah menghubunginya langsung namun ia enggan menyebutkan klub mana saja yang sudah menghubunginya tersebut karena ia masih memprioritaskan SFC dan belum terpikirkan untuk pindah ke klub lain.

"Sejauh ini saya masih prioritaskan SFC, belum ada pikiran sama sekali untuk pindah ke klub lain walaupun banyak tawaran yang datang," ujar Ferry, dikutip dari Sriwijaya Post (07/08/2012).

Sangat wajar jika Ferry menjadi incaran klub besar tanah air karena penampilannya yang gemilang ketika berseragam SFC. Bahkan musim lalu Ferry berhasil mengantarkan SFC menjadi juara ISL 2011/2012 dan berhasil menjadikan SFC sebagai tim dengan kemasukan paling sedikit di ISL 2011/2012 yakni hanya 31 gol.

Ponaryo dkk Bisa Dipecat

Monday, August 6, 2012


Ponaryo Astaman (Google.com)

Bergabungnya tiga pemain Sriwijaya FC (SFC) Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan Muhammad Ridwan ke Tim Nasional PSSI saat menghadapi tim asal Spanyol, Valencia CF (04/08/2012) akan berbuntut panjang. Manajemen SFC, PT Liga Indonesia (PT LI) selaku regulator ISL, dan KPSI akan segera menjatuhkan sanksi bagi trio pemain tengah SFC tersebut.

"Skenario terburuk bisa saja terjadi. Bisa saja Ponaryo dkk dilepas dari SFC atau kontrak diputus dan tidak diperbolehkan bermain di ISL," ungkap Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin, dikutip dari Sriwijaya Post, (06/2012).

Manajemen SFC sendiri tidak ingin gegabah dalam menjatuhkan sanksi untuk ketiga pemain tersebut karena masih harus berkoordinasi dengan PT LI dan KPSI. Selain itu manajemen SFC juga akan meminta petunjuk kepada Presiden SFC, Dodi Reza Alex mengenai sanksi yang akan diberikan.

Dilansir dari Sriwijaya Post (06/08/2012), Augie Bunyamin menyatakan jika sanksi yang akan diberikan kepada para pemain yang memperkuat Timnas PSSI akan diputuskan pada tanggal 7 Agustus, dimana klub yang pemainnya bergabung dengan Timnas PSSI, PT LI, dan KPSI akan mengadakan rapat.

Augie juga menyayangkan sikap para pemain yang bergabung dengan Timnas PSSI karena ulah mereka membuat suasana konflik makin memanas. Selain itu alasan ketiga pemain tersebut bergabung dengan Timnas dirasa kurang tepat, yakni membela bangsa dan atas nama negara disaat konflik dikepengurusan PSSI.

"Saya melihat pemain-pemain ISL ini terkesan tidak sabar untuk membela Timnas dan malah mengabaikan solidaritas dari klub yang menaunginya sekarang," ujar Augie, dikutip dari Sriwijaya Post (06/08/2012).

Jajaki Sponsor Baru

Sunday, August 5, 2012


Jersey SFC Musim Lalu (Facebook)

Belum jelasnya nasib keberlangsungan kerja sama antara Sriwijaya FC (SFC) dan produsen apparel Specs membuat manajemen SFC mulai membuka diri untuk mempertimbangkan memakai produsen apparel baru untuk mengarungi kompetisi musim depan.

Dilansir dari GOAL.Com (05/08/2012), Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin menyatakan bahwa sebenarnya Specs sudah mengajukan lagi penawaran untuk menjadi sponsor apparel resmi SFC musim depan. Namun menurut Augie SFC musim depan ingin mencari sponsor apparel yang tidak hanya menyediakan perlengkapan tim, namun juga uang tunai.

Jika Specs tidak memenuhi permintaan dari SFC maka SFC akan melakukan negoisasi dengan produsen apparel dari mancanegara. Sejauh ini sudah tiga produsen apparel yang mau menjalin kerjasama dengan SFC untuk mengarungi kompetisi musim depan. Ketiganya berasal dari mancanegara, yakni China, Macedonia, dan Australia.

Perusahaan apparel asal Australia, yang bernama Stobi disebutkan oleh Augie menjadi perusahaan yang paling serius ingin menjalin kerjasama dengan SFC musim depan. Namun keputusan mengenai siapa sponsor apparel resmi SFC musim depan keputusannya berada ditangan Presiden SFC, Dodi Reza Alex. Diharapkan pihak sponsor menyetujui permintaan SFC untuk menyediakan uang tunai juga, tidak hanya perlengkapan tim macam jersey, celana, topi, tas, dll saja.

"Yang paling serius kita jajaki adalah tim apparel asal Australia. Nama perusahaan apparelnya adalah Stobi, dan satu perusahaan lagi dari Macedonia," ujar Augie, dikutip dari GOAL.Com (05/08/2012).

Kayamba Bagi-Bagi Hadiah

Saturday, August 4, 2012


Kayamba (Internet)

Selain telah menerima uang hadiah juara Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, Sriwijaya FC (SFC) juga telah menerima uang hadiah untuk Keith Jerome Gumbs sebagai pemain terbaik ISL musim lalu senilai 100 juta. Setelah dipotong PPH sebesar 15%, tersisa uang hadiah pemain yang akrab disapa Kayamba tersebut sebanyak 85 juta.

Dilansir dari Sriwijaya Post (04/08/2012), Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin menuturkan jika uang yang menjadi hak Kayamba tersebut juga akan dibagikan kepada seluruh pemain SFC karena menurut Kayamba, ia bisa menjadi pemain terbaik ISL musim lalu karena bantuan dan dukungan dari rekan-rekannya di lapangan.

Augie menyebutkan jika Kayamba berpesan agar hadiah pemain terbaik ISL miliknya dibagikan kepada pemain lain sebelum ia pulang ke negeri asal istrinya di Australia.

"Kita sudah terima uangnya sebesar 100 juta, dan sesuai amanat dari Kayamba uang ini akan segera kita bagi-bagikan kepada pemain lainnya secara," ujar Augie, dikutip dari Sriwijaya Post (04/03/2012).

SFC Sudah Terima Hadiah Juara ISL


Augie Bunyamin (Google.com)


Akhirnya penantian yang ditunggu oleh Sriwijaya FC (SFC) berbuah hasil. PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai regulator Indonesia Super League (ISL) telah membayarkan hadiah juara ISL 2011/2012 kepada SFC sebagai juaranya kemarin, (03/08).


Dari total hadiah sebesar 2,5 miliar, PT LI baru membayarkan sebesar 2 miliar, sedangkan sisanya sebesar 500 juta belum dibayarkan karena sebagai bonus untuk mengarungi Liga Champions Asia yang hingga kini belum mempunyai kejelasan apakah SFC akan berlaga di LCA musim depan atau tidak.

"Bonusnya sudah kita terima siang tadi melalui rekening klub, hanya saja bonus 500 juta untuk bermain di LCA nanti masih belum bisa diberikan," ujar Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin, dikutip dari Sriwijaya Post, (04/08/2012).

Dari total 2 miliar yang telah diterima, dipotong PPH sebesar 15%, sehingga tersisa 1,7 miliar. Seperti yang diberitakan sebelumnya, 60% dari total hadiah akan diberikan kepada pemain, yakni sekitar 1,02 miliar. Sedangkan sisanya sekitar 40% atau nominalnya sekitar 680 juta akan masuk ke kas SFC sebagai tambahan untuk kompetisi mendatang.

Menurut Augie, uang akan secepat mungkin dibagikan kepada pemain melalui rekening masing-masing pemain. Mengenai pembagian uang tersebut akan disesuaikan dengan kontribusi pemain musim lalu dan akan berkonsultasi dengan pelatih.

"Mengenai nominal pastinya kita akan tetap berkonsultasi dengan pelatih mengenai berapa besar bonus yang diterima oleh masing-masing pemain," jelas Augie, dikutip dari Sriwijaya Post.

Seperti yang diketahui, Presiden SFC, Dodi Reza Alex memerintahkan agar sebanyak 60% dari total karena dianggap telah berjasa membawa SFC menjadi juara.

Permainan Agen Pemain

Friday, August 3, 2012


Thierry Gathuessy (Palpres)

Jeda kompetisi yang cukup lama dimanfaatkan oleh klub untuk berburu pemain, termasuk pemain asing yang tidak jarang menjadi tulang punggung tim termasuk di Sriwijaya FC (SFC). Pentingnya peran pemain diklub dimanfaatkan oleh agen pemain asing untuk menaikkan tawaran terhadap pemain asing.

Berbagai cara dilakukan oleh agen pemain agar harga penawaran untuk pemain yang di bawah manajemennya menjadi melonjak. Salah satunya adalah membuat isu mengenai negoisasi pemain yang bersangkutan sedang didekati klub lain.

Hal seperti ini juga terjadi di SFC, peran vital Thierry Gathuessy dan Lim Joon Sik dalam tim membuat agen kedua pemain tersebut, dr. Tika membuat isu jika kedua pemain tersebut sedang benegoisasi dengan klub dalam maupun luar negeri ini.

Cara yang ditempuh oleh dr. Tika tersebut bukanlah yang pertama kalinya, pada saat pertengahan musim lalu dr. Tika sempat bersitegang dengan pemainnya, Lim Joon Sik. dr. Tika sebagai agen Lim menyebutkan jika Lim diincar klub lain. Namun usahanya tersebut gagal karena Lim melakukan perlawan karena ia masih ingin memperkuat SFC.

Puncak dari pertentangan antara Lim dan dr. Tika terjadi ketika Lim menunjuk saudaranya sebagai agennya untuk menggantikan dr. Tika. Tidak tinggal diam, dr. Tika yang sudah terlanjur kecewa dan malu mendatangkan pemain asal Nepal, Santosh Shahkulala yang akhirnya tidak diminati oleh Kas Hartadi. Akhirnya Lim dan dr. Tika berdamai setelah manajemen SFC turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Thierry sendiri mengaku tetap memprioritaskan SFC untuk musim depan, kecuali jika ia memang tidak dibutuhkan lagi oleh manajemen SFC.

"Yang pasti saya tidak akan mencari klub lain jika SFC tetap menghinginkan saya bermain di sini. Tim ini tetap menjadi prioritas saya. Tapi, kalau memang saya tidak diinginkan lagi, saya baru akan mencari klub lain," ujar Thierry, dikutip dari Seputar Indonesia, (03/08/2012).

Kayamba Prioritaskan SFC

Thursday, August 2, 2012


Kayamba (Google.com)

Banyak isu yang berkembang mengenai perpindahan pemain saat jeda kompetisi seperti ini, diantaranya yakni isu mengenai perpindahan salah satu pemain andalan Sriwijaya FC (SFC), Keith Jerome Gumbs atau yang akrab disapa Kayamba ke tim promosi Barito Putra.

Top skor tim SFC musim lalu tersebut diisukan pindah ke Barito Putra karena merasa akan menjadi bagian perombakan tim yang akan dilakukan oleh SFC untuk menghadapi musim depan.

Dilansir dari Sriwijaya Post (02/08/2012), agen Kayamba, Eko Subekti mengungkapkan jika Kayamba saat ini memprioritaskan SFC dan menghormati kontraknya bersama SFC. Eko juga menambahkan jika Kayamba belum memikirkan untuk membela klub lain hingga Presiden SFC, Dodi Reza Alex mengumumkan pemain yang dipertahankan dan dilepas.

"Hingga kini Kayamba masih terikat ddengan SFC hingga bulan September. SFC tetap menjadi prioritas utama Kayamba. Tinggal SFC mau meneruskan kontrak dengan Kayamba atau tidak," jelas Eko.

Dilain pihak Presiden SFC, Dodi Reza berharap agar pemain bersabar hingga proses evaluasi yang tengan berjalan selesai. Menurut Dodi tidak ada alasan untuk melepas Kayamba karena perannya yang begitu besar mengantarkan SFC menjadi juara. Dari segi fisik dan kualitas permainan masih layak untuk bermain musim depan.

"Kami harapkan pemain bersabar karena masih dalam proses tahap evaluasi," ujar Dodi, dikutip dari Sriwijaya Post, (02/08/2012).

Hadiah Juara ISL Segera Cair

Wednesday, August 1, 2012

Logo ISL (Google.com)

Penantian Sriwijaya FC (SFC) mengenai pencairan hadiah juara Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 berbuah kepastian dari PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai regulator kompetisi yang menyatakan hadiah degan nominal 2,5 miliar akan segera dicairkan secepatnya.

Seperti yang diketahui dari total hadiah sebesar 2,5 miliar tersebut, 60% diantaranya atau sekitar 1,5 miliar akan dibagikan kepada para pemain yang telah berjasa mengantarkan SFC menjadi juara ISL 2011/2012, sedangkan sisanya 40% atau sekitar 1 miliar akan masuk ke kas SFC sebagai tambahan bagi SFC untuk mengarungi kompetisi yang akan datang.

Dilansir dari Sriwijaya Post, (01/08/2012), CEO PT LI, Djoko Driyono mengungkapkan jika belum cairnya hadiah untuk SFC bukan karena kesalahan PT LI atau pun karena PT LI sedang dirundung permasalahan dana, namun karena rencananya SFC baru menerima hadiah juara satu bulan usai penetapan juara.

"Seumur-umur PT LI tidak pernah telat membayar. Secara administratif planning pencairan dana dilakukan sebulan setelah penetapan juara," ujar Djoko Driyono.

Djoko juga mengatakan jika PT LI sudah berkomunikasi dengan pihak SFC mengenai pencairan dana. Menurut Djoko bukan baru sekali ini SFC menjadi juara, sebelumnya tak pernah SFC tak mendapatkan haknya. Djoko berharap SFC tak perlu khawatir karena PT LI akan segera membayar hak SFC.
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy