Sriwijaya FC Kembali Ditawari Pemain Asing

Thursday, October 25, 2012

Alan Leadro (Espnstar.Com)
Hingga kini tersisa dua kouta pemain asing yang belum dipakai oleh tim Sriwijaya FC (SFC), yakni satu kouta Asia dan satu Non Asia. Untuk memenuhi kouta tersebut, manajemen SFC dan tim pelatih terus berusaha mencari pemain asing yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan tim. Beberapa pemain macam Ruben Reyes hingga yang teranyar Kim Dong Chan terpaksa dipulangkan oleh manajemen SFC karena performanya tidak memuaskan dan tidak sesuai yang diharapkan.

DIlansir, Hendrizainuddin.Com, (25/10), kini SFC kembali kedatangan lagi tawaran dari agen pemain, yakni pemain yang berasal dari negara tetangga Indonesia, Timor Leste. Pemain tersebut bernama Alan Leandro da Silva yang berposisi sebagai penyerang. Pemain kelahiran  14 Januari 1989 ini  merupakan pemain kelahiran Brasil dan memperkuat Timnas Timor Leste.

Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin membernarkan adanya tawaran dari dr. Tika, agen pemain yang selama ini menjadi salah satu rekanan tim SFC. Menurut Hendri, pemain yang ingin bergabung dengan SFC silahkan mendaftarkan diri, namun syaratnya harus melalui proses seleksi, termasuk jika Alan Leandro ingin bergabung juga.

"Untuk saat ini kita lihat dulu penampilan Alan dalam proses seleksi. Setelah itu baru kita putuskan merekrutnya atau tidak," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (25/10).

Seperti yang diketahui, saat ini tim SFC baru memiliki Tantan dan Jerry Boima Karpeh yang berposisi sebagai penyerang murni. Sedangkan Aliyudin, Sultan Samma, dan Muhammad Fahrudin akan diefektifkan menjadi pemain sayap.

Perayaan Sederhana HUT Ke-8 Sriwijaya FC

Wednesday, October 24, 2012

Logo Sriwijaya FC (Internet)
Tepat tanggal 23 Oktober 2012, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, Sriwijaya FC (SFC) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-8. Untuk merayakan ulang tahun SFC tersebut, manajemen SFC beserta official dan jajaran pengurus klub mengadakan acara perayaan sederhana di Hotel Swarna Dwipa, (23/10), yakni pemotongan kue ulang tahun.

Dilansir Goal.Com, (23/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyebutkan jika saat ini diusia 8 tahun SFC, berbagai prestasi tingkat nasional telah berhasil diraih tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.

"Tinggal juara Asia yang belum kita raih. Kita harapkan kedepannya SFC bisa merajai kawasan Asia," ujar Hendri, dilansir Goal.Com, (23/10).

Menurut Hendri, momen ulang tahun SFC ini hendaknya menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak, baik manajemen, pemain, pelatih, official, hingga supporter. Ini dikarenakan kedepannya perjalanan yang akan ditempuh makin sulit, sehingga dibutuhkan sinergitas antara semua pihak agar SFC menjadi lebih baik kedepannya. Walaupun kepengurusan manajemen, pemain, hingga supporter berganti, namun diharapkan SFC akan ada dan tetap dihati semua pecinta SFC.

Seperti yang diketahui, walaupun baru berusia seumur jagung, prestasi SFC dikancah sepakbola nasional tidak bisa dipandang sebelah mata. Dua gelar juara Liga Indonesia, tiga gelar juara Piala Indonesia secara berturut-turut, satu gelar Community Shield, Inter Island Cup, Babel Cup, dan Perang Bintang. Belum lagi gelar di luar lapangan, diantaranya adalah penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tim sepakbola pertama di Indonesia yang berhasil meraih gelar Double Winners, selain itu gelar tim Fair Play pada musim kompetisi 2009/2010.

Agu Casmir Makin Dekat Menuju SFC

Tuesday, October 23, 2012

Agu Casmir (tnp.sg)
Sempat dikabarkan mencari pemain depan yang berkualitas, diam-diam ternyata manajemen Sriwijaya FC (SFC) telah menjalin komunikasi intensif dengan seorang penyerang asal Afrika berpaspor Singapura, Agu Casmir. Bahkan negoisasi yang lakukan melalui agen Agu Casmir, Eko Subekti hampir menemukan kata sepakat antara keduabelah pihak.

Dilansir Hendrizainuddin.Com, (23/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyebutkan jika negoisasi dengan pihak Agu Casmir tinggal selangkah lagi menemukan kata sepakat mengenai harga kontrak.

"Harga yang ditawarkan pihak Agu (Casmir, red) dengan harga yang diinginkan SFC berselisih 100 juta. Jika deal, Agu langsung kita kontrak tanpa harus ikut seleksi," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (23/10).

Keputusan mengenai kepastian jadi atau tidaknya stiker Timnas Singapura tersebut merapat ke Palembang baru akan diketahui dalam dua hari kedepan, namun manajemen SFC akan terus menjalin komunikasi dengan pihak Agu Casmir. Jika Agu Casmir jadi bergabung dengan SFC, maka SFC akan memulangkan pemain asal Korea Selatan, Kim Dong Chan yang saat ini tengah mengikuti seleksi bersama SFC.

Agu Casmir sendiri merupakan pemain naturalisasi Timnas Singapura yang berasal dari Nigeria. Pemain kelahiran 23 Maret 1984 ini pernah memperkuat beberapa klub besar di Liga Singapura, seperti Woodlands Wellington FC dan Gombak United FC. Tercatat di Transfermarkt.co.uk, striker kelahiran Lagos, Nigeria ini telah mencatatkan 13 gol dari 37 penampilannya bersama Timnas Singapura sejak tahun 2004. Agu Casmir juga pernah terkena skorsing larangan satu tahun membela Timnas Singapura karena kasus transfernya dianggap bermasalah pada beberapa tahun silam.

Advetorial: Wasit, Pemimpin Yang Tertindas

Saturday, October 20, 2012

Ilustrasi (@FootballFandom1)
Ketika mendengar kata "Wasit", akan banyak hal yang terbayang dipikiran kita, salah satunya adalah seorang pengadil dipertandingan sepakbola yang di Indonesia kerap menjadi kambing hitam ketika pertandingan berakhir. Bahkan tak jarang menjadi sasaran amukan pemain, official tim, hingga supporter. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri juga kerap terjadi.

Jumat, (19/10), sebuah komunitas fans sepakbola yang menamakan diri Football Fandom menggelar diskusi di sebuah Cafe di Kota Yogyakarta. Tema yang dibahas adalah mengenai "Wasit" dan menghadirkan narasumber seorang mantan wasit nasional yang bernama Sumarwoko dan akrab disapa dengan sapaan Mbah Woko.

Awal diskusi, Mbah Woko bercerita panjang mengenai perjuangannya hingga kini bisa menjadi wasit C1 nasional PSSI. Ia menyebutkan jika menjadi wasit adalah cita-citanya sejak kecil, bahkan sejak tahun 1985, saat ia masih SMP ia telah mempunyai setifikat wasit C3 (tingkat kabupaten). Dua tahun berselang ia berhasil meraih sertifikat wasit C2 (tingkat provinsi). Hingga pada tahun 1997, ia berhasil meraih sertifikat wasit C1 (tingkat nasional) setelah dua kali "gagal" karena permainan kotor oknum pengurus wasit PSSI dan tidak lulus seleksi administrasi.

"Kalau tidak ada permainan kotor, saya yakin lolos ujian wasit C1 pada waktu itu," ujar Mbah Woko, (19/10).

Menurut pria asli Jogja ini, ada beberapa hal yang diperlukan seseorang jika hendak menjadi wasit. Yang pertama adalah Fisik. Seorang wasit harus mampu berlari minimal 2,6 kilometer tanpa henti. Yang kedua adalah Peraturan, yakni seorang wasit hendaklah paham terhadap peraturan pertandingan, sehingga tidak menimbulkan kesalahan yang bisa berakibat fatal, diantaranya amukan massa. Yang ketiga adalah, Psikologi ata mental. Tanpa psikologi yang bagus, seorang wasit akan "hancur" di lapangan dan fisik dan pemahaman peraturan yang bagus akan percuma tanpa ditunjang mental.

Ketika disinggung mengenai seringnya sasaran amukan pemain maupun supporter, Mbah Woko menyebutkan hal tersebut karena kurangnya pemahaman peraturan oleh pemain dan supporter. Dua hal yang kerap menjadi kontroversi yakni, hands ball dan offside. Hands ball terjadi ketika tangan mengenai bola dengan sengaja (aktif) dalam jarak minimal 2 meter. Sedangkan offside adalah ketika bola dimainkan, pemain yang melakukan penyerangan berdiri paling dekat dengan dua orang pemain terakhir pemain bertahan lawannya.

"Penonton tugasnya hanya menyaksikan. Kalo tidak suka ya jangan ditonton. Pemain juga kadang tidak mengerti peraturan. Semuanya mau menang," ujar Mbah Woko, (19/10).

Pria yang mengaku mencintai sepakbola dan permainan cantik ini bersyukur melalui profesinya sebagai wasit ia bisa hidup berkecukupan melalui honor yang ia terima. Ia juga mengaku tidak pernah menerima suap. Menurutnya wasit yang diketahui menerima suap akan disanksi tidak boleh memipin pertandingan seumur hidup.

"Suap adalah uang yang diterima diawal dengan deal tertentu. Kalau uang yang diterima dibelakang adalah bonus," ujar Mbah Woko, disambut tawa peserta diskusi, (20/10).

Pemain Asing SFC Enggan Tinggal Di Hotel

Friday, October 19, 2012

Hendri Zainuddin (Facebook.Com)
Tiga pemain asing Sriwijaya FC (SFC) yang telah resmi dikontrak, yakni Jerry Boima Karpeh, Ali Khaddafi, dan Erick Weeks Lewis kompak untuk sepakat tidak tinggal di hotel saat musim kompetisi berjalan nanti dan lebih memilih tinggal di kompleks perumahan. Hal ini berbeda dengan musim-musim sebelumnya dimana biasanya pemain asing lebih memilih tinggal di hotel.

Dilansir Hendrizainuddin.Com, (19/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyatakan jika pemain asing SFC enggan tinggal di hotel, sehingga manajemen SFC akan segera mencarikan kompleks perumahan untuk mereka (pemain asing, red).

Mengenai faktor keamanan jika tinggal di kompleks perumahan, Hendri menyebutkan jika kemanan di kompleks perumahan dijaga selama 24 jam. Selain itu kenyamanan di kompleks perumahan lebih baik dibandingkan di hotel. Sedangkan untuk biaya, biaya pemain tinggal di hotel ataupun di kompleks perumahan tidak jauh berbeda.

"Tinggal di kompleks perumahan, pemain asing lebih nyaman. Faktor keamanan tidak menjadi masalah, karena kompleks perumahan dijaga 24 jam," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (19/10).

Pemain asing anyar SFC asal Togo, yakni Ali Khaddafi merupakan pemain asing yang pertama kali menyatakan enggan tinggal di hotel karena tidak terbiasa. Ternyata keinginan Khaddafi diikuti oleh dua rekannya yang lain, yakni Jerry Karpeh dan Erick Weeks. Untuk itu agar keakraban antar pemain tetap terjaga, manajemen SFC akan mencarikan rumah yang berdekatan dalam satu kompleks perumahan untuk trio pemain asing anyar tersebut.

Demi SFC Jerry Karpeh Rela Diet Ketat

Thursday, October 18, 2012

Jerry Karpeh (@Wady_Pratama)
Sempat dipermasalahkan kondisi fisiknya yang terlalu gemuk, Jerry Boima Karpeh akhirnya mau tidak mau harus rela melakukan diet ketat untuk mengembalikan fisiknya seperti semula demi menunjang performanya saat tampil dikompetisi. Selain itu striker asal Australia ini harus berlatih khusus dengan porsi tersendiri.

Dilansir Sripoku.Com, (17/10), pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi menyebutkan jika butuh waktu dua sampai tiga minggu untuk mengembalikan kondisi fisik Jerry Karpeh seperti semula. Namun begitu walaupun harus menjalani latihan khusus, Kas Hartadi menilai Jerry Karpeh mempunyai semangat untuk belajar dan berubah.

"Dia mempunyai semangat untuk belajar dan berubah. Dia pun rela menjalani diet dan program latihan khusus," ujar Kas Hartadi, dilansir Sripoku.Com, (17/10).

Menurut pelatih asal Solo tersebut, Jerry Karpeh bisa berkembang lebih baik lagi di SFC dibandingkan ketika ia berseragam Persisam Samarinda. Jerry Karpeh sendiri akan menjadi andalan SFC untuk menjadi pendobrak pertahanan lawan. Sejauh ini baru Jerry Karpeh pemain diskuad SFC yang berposisi sebagai striker murni.

Dilain pihak, Jerry Karpeh mengaku ia sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan  selai yang disediakan oleh pihak katering tim SFC. Hal ini dilakukannya agar tidak membuat kecewa para pendukung SFC. Ia juga siap untuk tampil lebih baik lagi bersama SFC, untuk itu ia akan bekerja keras.

"Saya targetkan dua minggu lagi untuk lebih baik dari musim lalu. Saya berusaha keras mengikuti program dari pelatih.untuk tidak mengecewakan fans dan pendukung SFC," ujar Jerry Karpeh, dilansir Sripoku.Com, (17/10).

Sriwijaya FC Latihan Ala Brimob

Hendri Zainuddin (Facebook.Com)
Sriwijaya FC (SFC) tidak main-main dalam menyambut kompetisi musim depan, usai mengikat kontrak 26 pemain, skuad asuhan Kas Hartadi ini terus menjalani program latihan untuk memantapkan skema permainan SFC musim depan. Apalagi butuh usaha ekstra untuk membentuk kekompakan dan menyatukan pemain karena pemain SFC mayoritas adalah pemain baru.

Dilansir Hendrizainuddin.Com, (17/10), salah satu program persiapan yang akan dijalani oleh skuad tim berjuluk Laskar Wong Kito ini adalah mengikuti pemusatan latihan di markas Brimob Polda Sumsel pada 20 dan 21 Oktober mendatang. Dalam pemusatan latihan selama dua hari tersebut akan dipimpin oleh instruktur dari Brimob Polda Sumsel.

Menurut Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, diharapkan melalui pelatihan ini dapat membentuk mental dan karakter pemain SFC serta mengasah kekompakkan pemain agar pemain semakin menyatu dan membuat pemain bersemangat menyambut kompetisi.

"TC nanti sangat penting untuk membentu character building para pemain SFC. Apalagi saat ini banyak pemain baru tentu harus kompak dan saling mendalami karakter masing-masing," ujar Hendri, dilansir Hendrizainuddin.Com, (17/10).

Selain menggelar latihan, tim SFC juga telah dua kali menjalani uji tanding, yakni melawan tim SPC dan Bank Sumsel Babel. Agenda uji tanding terdekat SFC saat ini adalah Celebes Cup yang direncanakan akan digelar di Bandung pada 3 dan 4 November.

SFC Dapat Kesempatan Jajal Arema Pelita

Wednesday, October 17, 2012

Logo PMI (Google.Com)
Sriwijaya FC (SFC) mendapatkan kesempatan menjajal tim bertabur bintang, Arema Pelita dalam laga bertajuk Palang Merah Indonesia (PMI) Charity, yang rencananya akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 26 dan 27 November mendatang.

Dilansir Sripoku.Com, (16/10), Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin menyebutkan jika SFC mendapatkan undangan pertandingan dari Mantan Wakil Presiden Indonesia, yang juga Ketua PMI, Jusuf Kalla.

Tim yang direncanakan akan ikut ambil bagian dalam laga pra musim tersebut selain SFC ada Arema Pelita dan Persija Jakarta yang kemungkinan besar akan menjadi tuan rumah jika Stadion Gelora Bung Karno menjadi tuan rumah kejuaraan pra musim tersebut.

Jika kejuaraan pra musim ini jadi digelar sesuai rencana, maka SFC akan mendapatkan kesempatan berharga menguji skuadnya dengan tim bertabur bintang, Arema Pelita yang juga menjadi salah satu kandidat juara ISL musim depan. Apalagi beberapa mantan punggawa SFC, seperti Kayamba dan Thierry Gathuessy telah menjadi punggawa tim besutan Rahmad Darmawan.

Hal ini akan menjadi ujian awal dan pembuktian Kas Hartadi beserta skuadnya, serta menjawab keraguan dari pecinta SFC atas skuadnya yang bisa dikatakan skuad anyar. Jika bisa tampil memuaskan, maka hampir dapat dipastikan keraguan atas kesiapan tim SFC menyongsong musim depan akan terjawab.

Sriwijaya FC Cari Stoper Dari Afrika

Monday, October 15, 2012

Logo Sriwijaya FC (Internet)
Setelah berhasil mengamankan 26 pemain untuk mengarungi kompetisi musim depan, Sriwijaya FC (SFC) belum berhenti berburu pemain. Apalagi SFC masih punya dua jatah lagi penggunaan pemain asing dari total lima pemain, yakni pemain  asing Asia dan Non Asia, masing-masing menyisakan satu kouta lagi. Diwacanakan jatah dua pemain asing akan berposisi sebagai pemain belakang dan gelandang bertahan.

Dilansir Sripoku.Com, (15/10), Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menyebutkan jika SFC akan mencari pemain belakang yang berasal dari Afrika Selatan, ataupun keturunan dari sana (Afrika, red).

"Kita belum berpikir merekrut stoper berkulit putih. Keinginan kita dari Afrika Selatan atau pun dari keturunan sana," ungkap Hendri, dilansir Sripoku.Com, (15/10).

Senada dengan Hendri, pelatih SFC, Kas Hartadi juga menginginkan jika pemain asing yang mengisi posisi pemain belakang adalah pemain yang berasal dari Afrika ataupun berkulit cokelat, macam pemain Brasil, Renato Elias. Menurut Kas Hartadi, biasanya pemain asing asal Afrika ataupun Brasil sukses bersama SFC.

"Memang begitu mau kita, meski tidak harus juga. Sejauh ini saya akan melihat mereka dan meneyeleksi untuk merekrut pemain diposisi stoper," sebut Kas Hartadi, dilansir Sripoku.Com, (15/10).

Setidaknya ada enama pemain asing yang berposisi sebagai pemain belakang dan akan diseleksi oleh tim pelatih SFC. Beberapa nama yang sudah mencuat muncul sebagai calon pemain SFC yang akan direkrut diantaranya adalah Gerard Ambassa Guy, Lionel Zadi, dan Roman Golian. Sedangkan untuk Tsimi Jacques manajemen SFC telah membantah jika Tsimi akan ikut seleksi bersama SFC. Sisa nama pemain lainnya masih dirahasiakan oleh manajemen SFC.
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy