Jaga Tradisi, SFC Kunjungi Panti Asuhan

Thursday, April 2, 2015

Sriwijayafc.info - Sriwijaya FC (SFC) direncanakan menjamu Pelita Bandung Raya (PBR) dalam laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2015, Sabtu (04/04). Pertandingan antara kedua tim akan digelar pada pukul 21:00 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya.

Berbagai persiapan telah dipersiapkan oleh manajemen SFC untuk menyambut laga perdana SFC tersebut. Mulai dari pengajuan izin keamanan, promosi, mencetak tiket, hingga rencana kunjungan ke panti asuhan yang selalu menjadi tradisi tim SFC setiap tahun.

Direktur Marketing dan Promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi menuturkan bahwa kunjungan ke panti asuhan akan digelar pada pagi hari, Sabtu (04/04). Nirmala menambahkan bahwa kunjungan tersebut akan dipimpin langsung oleh Presiden SFC, Dodi Reza. "Kita bertandingkan malam hari. Paginya mau ke panti asuhan," ungkap Nirmala Dewi dilansir Seputar Indonesia (01/04).

Namun, rencana kunjungan ke panti asuhan bisa saja batal jika kick off ISL 2015 diundur. Pasalnya polekmik yang mendera ISL 2015 kembali berlanjut setelah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak merekomendasikan dua klub ISL, yakni Arema dan Persebaya untuk mengikuti ISL 2015.

Seperti yang diketahui, SFC kerap melakukan kunjungan ke panti asuhan. Hal ini dilakukan untuk meminta doa kepada anak-anak panti asuhan demi kelancaran SFC mengikuti kompetisi. Selain itu kunjungan dilaksanakan untuk mendekatkan diri tim SFC kepada masyarakat. (Moeslim/SINDO/edit)

Menanti Kontribusi, Bukan Ledakan Emosi

Monday, March 30, 2015

Sriwijayafc.info - Indonesia Super League (ISL) 2015 belum juga dimulai, salah satu pemain Sriwijaya FC (SFC), yakni Patrich Wanggai berhasil menarik perhatian. Bomber yang musim lalu bermain di Liga Malaysia tersebut secara mengejutkan memukul pemain Porprov Kota Palembang, Untung Wibowo saat laga ujicoba. Akibatnya Untung Wibowo harus mendapatkan perawatan intensif karena tulang hidungnya retak.

Ulah negatif  yang ditunjukkan Patrich Wanggai tentunya patut mendapatkan perhatian serius. Pasalnya pemain bernomor punggung 88 tersebut belum juga menunjukkan kontribusi maksimal bersama SFC. Bisa jadi ledakan emosi Patrich Wanggai berawal dari rasa frustasi Patrich Wanggai yang tidak kunjung menunjukkan permainan terbaiknya bersama SFC.

Saat bermain di Liga Malaysia musim lalu, Patrich Wanggai juga sempat berulah dengan wasit ketika laga T-Team melawan Perak FC di Stadion Sultan Ismail. Berdasarkan pengakuan Patrich Wanggai, ia melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap wasit karena berulang kali diprovokasi dengan kata-kata kasar dan tidak senonoh. Bahkan menurut Patrich Wanggai ia kerap mendapatkan provokasi wasit di Liga Malaysia ketika itu.

Sebenarnya pada tim SFC tidak hanya Patrich Wanggai yang patut mendapatkan perhatian lebih terkait kontrol emosi. Selain Patrich Wanggai, SFC juga memiliki Ferdinand Sinaga dan Titus Bonai yang kerap dicap sebagai pemain yang bengal karena ulahnya. Menariknya ketiga pemain tersebut merupakan bomber SFC yang diharapkan kontribusi golnya untuk SFC.

Musim lalu saat berseragam Persib Bandung, Ferdinand Sinaga memang berhasil menjadi pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan 12 gol. Namun pencapaian gol Ferdinand juga berbanding lurus dengan perolehan kartu yang ia terima. Musim lalu Ferdinand berhasil mengoleksi 6 kartu kuning dan satu kartu merah. Begitu pula dengan Titus Bonai yang musim lalu berseragam Persipura Jayapura. Titus Bonai hanya berhasil mencetak dua gol dan mendapatkan dua kartu kuning. Pencapaian kartu yang cukup tinggi bagi pemain depan.

Sedikit berbeda dengan Patrich Wanggai, kedua pemain terakhir sudah menunjukkan kontribusinya bagi SFC lewat gol yang diciptakan pada kompetisi pra musim. Namun begitu, pendukung SFC tentunya akan sangat menantikan ledakan gol ketiga bomber tersebut saat kompetisi sebenarnya, ISL 2015 dimulai. Bukan ledakan emosi yang bisa membuat kerugian bagi tim SFC. Ya, ketiga bomber SFC tersebut harus mampu mengendalikan emosinya untuk membuktikan kualitasnya pada pendukung tim SFC.

Teringat ucapan mantan pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi yang berhasil mengantarkan SFC juara Indonesia Super League (ISL) 2012. Pelatih asal Solo tersebut menyebutkan bahwa tingkah laku adalah hal yang utama pada tim SFC saat itu. Menurut Kas Hartadi ketika itu, pemain dengan kemampuan bermain bola yang baik tanpa diimbangi dengan perilaku yang baik tidak akan mendapatkan tempat di SFC.

Salah satu pemain yang kerap mendapatkan cap "bengal", seperti Hilton Moreira berubah drastis perilakunya ketika bersama SFC. Hilton Moreira lebih bisa menjaga emosinya di lapangan yang tentu saja membuat permainannya juga menjadi lebih baik dan berkontribusi banyak terhadap gelar juara ISL 2015. Selama dua musim berkostum SFC, Hilton berhasil menyumbangkan 26 gol untuk SFC. Hal yang diharapkan bisa terjadi juga pada Ferdinand, Titus Bonai, dan tentu saja untuk Patrich Wanggai yang telah memukul KO Untung!

Hanya Sebelas Tim yang Direkomendasikan

Thursday, March 26, 2015

Sriwijayafc.info - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) kembali merilis hasil verifikasinya terhadap klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru yang dilakukan oleh BOPI, hanya sebelas klub yang direkomendasikan oleh BOPI kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi untuk mengikuti ISL 2015. Sedangkan nasib lebih lanjut tujuh klub lainnya yang belum memenuhi syarat akan diputuskan 28 Maret 2015.

Ketua Umum BOPI, Noor Aman menyebutkan bahwa saat ini tersisa tujuh klub yang belum memenuhi persyaratan yang diminta oleh BOPI. Empat klub masih terbelit masalah pajak musim lalu, yakni Persela, Mitra Kukar FC, Gresik United, dan Perseru Serui. Satu klub, yakni Pelita Bandung Raya belum melengkapi syarat tentang pajak, kontrak stadion, dan sedang terbelit masalah finansial. Dua klub lainnya, yakni Arema dan Persebaya yang dianggap memiliki masalah paling berat karena belum memiliki dokumen legalitas, masalah keuangan, masalah pajak, hingga belum melunasi gaji pemain musim lalu. "Ada dua tim yang persoalannya cukup pelik, yaitu Arema dan Persebaya," sebut Noor Aman dilansir ANTARA Sumsel (26/03).

Sebelas klub yang direkomendasikan mengikuti ISL 2015, yakni Sriwijaya FC, Persija, Persipura, Persib, Persiram, Semen Padang FC, Persiba Balikpapan, Bali United, Pusamania Borneo FC, Barito Putera, dan PSM Makassar. Klub yang masuk kategori A adalah Sriwijaya FC, Persija, Persib, Persipura, dan Semen Padang karena dianggap telah memenuhi lebih dari 75% syarat yang diminta BOPI. Sedangkan klub yang masuk kategori B adalah Persiram, Bali United, Pusamania Borneo, Persiba Balikpapan, PSM Makassar, dan Barito Putera yang masih memiliki beberapa kekurangan kecil, namun telah memenuhi lebih dari 50% syarat yang diminta oleh BOPI. (Bayu/ANTARASumsel/edit)

Bantah Bajak Kim Kurniawan

Wednesday, March 25, 2015

Sriwijayafc.info - Enam tim peserta Indonesia Super League (ISL) 2015 terancam tidak bisa mengikuti ISL 2015. Salah satu tim tersebut adalah Pelita Bandung Raya. Tim yang musim lalu masuk delapan besar ISL 2014 mengalami beberapa masalah berat yang salah satunya adalah permasalahan dana. Permasalahan tersebut membuat beberapa pemain Pelita Bandung Raya juga terancam dibajak klub lain.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muchendi Mahzareki menuturkan bahwa tidak ada niat dari manajemen Sriwijaya FC (SFC) untuk melakukan penambahan pemain. Pasalnya SFC saat ini telah memiliki 25 pemain dan telah dianggap cukup untuk mengarungi kompetisi pada musim 2015. ":ita memang belum berminat menambah pemain lagi, sebab 25 pemain sekarang dirasa sudah cukup," ungkap Muchendi dilansir Sriwijaya Post (24/03).

Lebih lanjut Muchendi menuturkan bahwa SFC tidak ada niat membajak pemain Pelita Bandung Raya, Kim Kurniawan ke SFC. Seperti yang diketahui, SFC dikaitkan dengan Kim Kurniawan karena pemanggilan Kim Kurniawan ke Tim Nasional Indonesia. Hal tersebut dianggap sinyal berminatnya SFC untuk menggunakan jasa Kim Kurniawan. (Darwind/SRIPO)

Pria Dibalik Maskot "Cek Emas"

Saturday, March 21, 2015

Sriwijayafc.info - Maskot klub Sriwijaya FC (SFC) yang sempat tertunda debutnya akhirnya berhasil melakukan debut perdananya bersama SFC. Maskot berbentuk burung tersebut melakukan debutnya saat SFC melakoni laga melawan PSPS Pekanbaru dalam kompetisi Pra Musim Piala Gubernur Sumsel 2015, Selasa (17/03). Saat SFC berlaga, SFC menjadi salah satu penarik perhatian penonton SFC melalui tingkahnya yang lucu.

Munculnya maskot "Cek Emas" membuat banyak pendukung SFC yang berburu foto bersama Cek Emas. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui siapa orang dibalik kostum Cek Emas. Salah satu orang yang dibalik kostum maskot Cek Emas adalah Dhani. Dhani adalah seorang penjual koran di wilayah Lemabang, Kota Palembang sekaligus pemeran badut panggilan pada sanggar milik Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid. "Sabtu atau Minggu saya juga sering diminta sangar kenalan saya menghibur acara ulang tahun," ungkap Dhani dilansir IndoSport (21/03).

Pria berusia 23 tersebut menyebutkan bahwa setiap pagi pada hari Senin hingga Jumat ia biasa berjualan koran. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu ia berganti peran sebagai badut panggilan. Terkait dengan peran barunya, Dhani mengaku  ia sangat menikmati peran barunya  sebagai Cek Emas. Selain bisa dekat bersama pemain bintang SFC, bayaran yang ia terima ketika memerankan Cek Emas dianggap lumayan untuk membantu ekonomi keluarganya. (Beritapagi/IndoSport/edit)

Curhat Asri Akbar Tentang Rotasi Pemain

Friday, March 20, 2015

Sriwijayafc.info - Rotasi yang dilakukan oleh jajaran pelatih Sriwijaya FC (SFC) ternyata mendapatkan respon. Salah satunya adalah dari Asri Akbar. Pemain tengah yang berasal dari Makassar tersebut ternyata menyimpan trauma dengan rotasi. Pasalnya Asri Akbar selalu ingin bermain bersama SFC dan meraih kemenangan bersama SFC.

Asri Akbar menuturkan walaupun ia ingin selalu bermain bersama SFC, ia tetap menghormati segala keputusan pelatih SFC. Menurut pemain berusia 31 tahun tersebut, traumanya terhadap rotasi merupakan luapan rasa cintanya kepada tim. "Sebenarnya sih mau diturunkan atau tidak keputusan ada di pelatih. Hanya luapan rasa cinta kepada tim saja," ungkap pemain bernomor punggung enam tersebut dilansir Seputar Indonesia (19/03).

Rotasi yang dilakukan oleh tim pelatih SFC sebenanrya tidak hanya terjadi pada Asri Akbar saja, tetapi juga kepada pemain lain seperti Ferdinand Sinaga, Abdullaye Yossouf Maiga, dan Morimakan Koita. Hal tersebut kerap dilakukan oleh tim pelatih SFC untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Asri Akbar sendiri kerap dirotasi dengan Ichsan Kurniawan, pemain muda asal SFC yang sempat memperkuat Tim Nasional Indonesia U-19. (Moeslim/SINDO/edit)

SFC Siap Main dengan 10 Klub

Sunday, March 15, 2015

Sriwijayafc.info - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) angkat bicara mengenai hasil verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Melalui Manajer tim SFC, Robert Heri, SFC meminta PT Liga Indonesia (PT LI) mengambil tindakan tegas terhadap hasil verifikasi BOPI terhadap klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015.

Robert Heri menyebutkan bahwa jika klub yang belum masuk melengkapi syarat mengikuti kompetisi profesional jangan dipaksakan. Bahkan Robert Heri menantang PT LI untuk mencoret klub yang tidak siap memenuhi persyaratan yang diminta. "PT Liga harus tegas untuk mengeluarkan klub-klub itu dari ISL, seperti yang sempat dilakukan pada Persiwa Wamena dan Persik Kediri," kata Robert Heri dilansir laman Sriwijaya Post (14/03)

Menurut Robert Heri, pihak SFC siap mengikuti kompetisi kompetisi dengan sepuluh klub saja. Pasalnya delapan klub lainnya berdasarkan verifikasi BOPI masuk dalam kategori C, yakni belum melengkapi syarat wajib mengikuti kompetisi profesional. Delapan klub tersebut adalah Arema Malang, Persiram Raja Ampat, Bali United, Pusamania Borneo, Pelita Bandung Raya,  PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya. (Darwin/SRIPO/edit)

Hasil Verifikasi BOPI Terhadap Klub ISL 2015

Friday, March 13, 2015

Sriwijayafc.info - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akhirnya merilis hasil verifikasi yang dilakukan terhadap klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh BOPI, tiga klub mendapatkan hasil terbaik dengan nilai A- dan masuk kategori A. Ketiga klub tersebut adalah Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan Persipura Jayapura.

Ketua tim verifikasi BOPI, Iman Suroso menungkapkan kekecewaannya atas hasil verifikasi. Pasalnya masih banyaknya klub peserta ISL yang belum melengkapi data yang diminta oleh BOPI. Menurut Iman banyak klub yang mengirimkan data yang sama dengan data yang telah dikirimkan, salah satunya terkait kontrak pemain dan pajak. "Kami meminta kontrak (pemain) dibuat dengan direktur ata direktur utama badan hukum klun, Tetapi yang kami terima tetap saja kontrak pemain dengan bendahara atau asisten manajer yang tidak ada kedudukan hukum dalam legalitas klub," ungkap Iman dilansir laman Detik (13/03).

Berikut hasil verifikasi BOPI terhadap klub peserta ISL 2015 dilansir laman Detik (13/03):
Kategori A(Kelengkapan dokumen lebih dari 75% dan dokumen wajib telah terpenuhi):
1. Sriwijaya FC (A-)
2. Persib Bandung (A-)
3. Persipura (A-)
Catatan: Ketiga klub belum melengkapi dokumen kegiatan sosial dan sejumlah dokumen kecil lainnya.

Kategori B (Kelengkapan dokumen antara 50 hingga 75% dan dokumen wajib telah terpenuhi):
1. Persija Jakarta (B)
2. Persela Lamongan (B)
3. Persiba Balikpapan (B)
4. Mitra Kukar FC (B)
5. Barito Putera (B)
6. Perseru Serui (B- dengan catatan harus memperbaiki kontrak pemain dan pelatih)
7. Semen Padang FC (B-)

Kategori C (Kelengkapan dokumen kurang dari 50% atau dokumen wajib belum terpenuhi):
1. Pelita Bandung Raya (C)
2. Arema Malang (C)
3. Gresik United (C)
4. Pusamania Borneo FC (C)
5. Bali United (C)
6. PSM Makassar (C)
7. Persebaya (C)
8. Persiram Raja Ampat (C)

Keterangan: Dokumen wajib merupakan dokumen yang menyangkut aspek legalitas klub, aspek keuangan, dan adanya kontrak profesional untuk pemain dan pelatih yang seluruhnya harus dilengkapi oleh klub. Khusus kontrak pemain dan pelatih bisa dilengkapi secara bertahap.

SFC Tak Ingin Jadi Tumbal

Tuesday, March 10, 2015

Sriwijayafc.info - Pelatih Sriwijaya FC (SFC) mengingatkan anak asuhnya untuk berhati-hati. Belajar dari laga ujicoba yang telah digelar dan berlangsung dengan keras menjurus kasar yang bisa berakibat pemain cedera. Contoh terbaru adalah saat SFC meladeni tuan rumah PSBK Blitar. Pertandingan yang dimenangkan oleh SFC dengan skor 0-1 tersebut berlangsung dengan keras dan menjurus kasar. Beberapa pemain SFC cedera dan terpancing emosinya. Salah satunya adalah Ferdinand Sinaga.

Asisten Pelatih SFC, Hartono Ruslan mengungkapkan bahwa saat bertanding di Blitar, anak asuhnya hampir cedera. Pasalnya permainan ngotot pemain yang berasal di divisi utama yang terlalu bersemangat meladeni SFC bisa menjadi malapetaka  bagi SFC. "Mereka bermain dengan tim kita (SFC) jadi semangat dan emosian. Celakanya pemain kita yang bisa-bisa menjadi korbannya," ungkap Hartono Ruslan dilansir laman Seputar Indonesia (10/03).

Salah satu tips yang diberikan oleh Hartono Ruslan bagi anak asuhnya untuk menghindari cedera adalah dengan cara tidak terlalu membawa bawa bola. Alasannya adalah pemain yang terlalu lama membawa bola mempunyai kemungkinan besar untuk dihajar oleh pemain tim lawan.

Peringatan yang diberikan oleh Hartono Ruslan kepada anak asuhya tentu sangat beralasan. Cerita badai cedera yang dihadapi oleh SFC musim lalu saat dilatih oleh Subangkit tentu tidak ingin terulang lagi musim ini. Cedera pemain yang membuat target maksimal SFC di musim lalu meleset. Ketika itu pemain SFC bergiliran cedera sehingga SFC selalu turun dengan kekuatan yang timpang. (Ginanjar/SINDO/edit)
 

© 2014 INFO SRIWIJAYA FC - All Rights Reserved | Supported by : Blogger | Presented by : Info Sriwijaya FC | Desain by : Andrean Wahyu Effendy